Mengaku Dianiaya, Seorang Petani Mengadu ke Polsek Parapat

Kamis, 21 Mei 2020 | 22:58 WIB

Parapat, MPOL: Sedihar Sirait (51) yang sehari- harinya bertani, mengadu ke Polsek Parapat Resor Simalungun karena diduga dianiaya seorang warga di Nagori Sipangan Bolon Induk Kec. Sipangan Bolon Kab.Simalungun, Rabu (20/05/2020) siang.

Kepada medanposonline.com, Kamis (21/05/2020) korban mengatakan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (16/05/2020) malam di sebuah warung kopi, Nagori Sipangan Bolon Induk, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Malam itu, terlapor TS datang ke warung kopi bermarga Simanjuntak untuk mencari seseorang sementara korban sedang duduk di warung kopi tersebut.

Melihat TS mencari orang yang dimaksudnya itu, lalu korban pun nyeletuk bahwa yang dicari TS itu sudah pulang ke rumahnya.

Mendengar ucapan korban, mendadak TS berang serta emosi  dan  langsung memukuli korban Sedihar Sirait secara membabi buta. Akibatnya terkena pukulan TS,  korban pun mengalami luka bagian wajah dan badan.

Untuk menghindari agar tidak terjadi pemukulan lagi, lalu korban  dengan kondisi luka-luka,  pergi dengan mengendarai sepeda motornya untuk pulang ke rumahnya.

Namun TS membuntuti korban  dan menabraknya dari belakang  sehingga sepeda motor mereka berdua terjatuh.

Warga yang melihat kejadian itu langsung menolong dan melerai pertikaian antara keduanya dan korban pun berobat ke Puskesmas setempat.

“Entah apa salah ku tiba-tiba dia (TS) memukuli aku,” ujarnya sembari meminta agar pelaku diproses secara hukum.

Tak terima atas perlakuan TS,  Selanjutnya korban membuat pengaduan dan melaporkannya ke Mapolsek Parapat.

Kapolsek Parapat AKP Irsol melalui Kanit Reskrim Ipda J. Manurung, Kamis (21/5/2020) yang dikonfirmasi di Pos Pelayanan Parapat membenarkan adanya laporan korban dalam kasus penganiayaan.
“Nant kita tindak lanjuti dan kita proses sesuai hukum yang berlaku. Karena hari ini libur, besok para saksi dan pelapor akan kita BAP atau periksa,” pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Tiga Dolok itu. **