Letusan Senjata Api Warnai Penggerebekan Kampung Narkoba di Patumbak

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:37 WIB

Patumbak, MPOL : Sebanyak 4 orang diamankan dalam kegiatan gerebek kampung narkoba (GKN) yang dilakukan Polsek Patumbak dibackup Satres Narkoba Polrestabes Medan di Jl. Perjuangan Gg. Famili, Desa Marindal II, Kec. Patumbak, Jumat (5/8/2022) sore.

Penggerebekan itu diwarnai aksi letusan senjata api milik petugas sebanyak satu kali. Tembakan peringatan itu dilakukan petugas karena beberapa orang yang dicurigai berusaha melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun terjadi sampai ke gang buntu. Namun, berkat kesigapan petugas, para diduga tersangka narkoba ini berhasil diamankan.

Amatan wartawan di lokasi, awalnya petugas tidak menemukan barang bukti sabu dari keempat orang yang diamankan. Namun, berkat kejelian salah seorang petugas, barang bukti sabu akhirnya ditemukan petugas di salah satu rumah tersangka mengenakan kaos coklat yang disembunyikan tersangka di bawah sofa.

“Ini punya siapa, kau ambil ini. Kau lihat ini, sabu siapa ini. Punya kau kan ini. Nggak ngaku pula kau,” kata petugas.

Selain itu, petugas juga menemukan gubuk yang dijadikan sebagai tempat bermain judi. Di situ polisi menemukan 2 unit mesin judi tembak ikan dan 2 unit mesin jackpot.

Keempat orang diduga tersangka narkoba yang diamankan. (Foto: Ardi).

Kanit 1 Satres Narkoba Polrestabes Medan, Iptu Wisnugraha Paramaartha mengatakan, dalam penggerebekan ini petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kita hari ini melaksanakan GKN dan mengamankan 4 orang dengan peranan yang berbeda-beda. Sementara barang bukti ada kita amankan satu paket kecil yang diduga berisikan sabu, setengah butir pil ekstasi, sebuah timbangan dan beberapa plastik klip kosong,” kata Wisnu didampingi Kasubnit 2 Unit I Sat Narkoba, Iptu Ruspian dan Panit II Reskrim Polsek Patumbak, Ipda M. Yusuf Dabutar.

Wisnu menambahkan, dari seorang lagi yang diciduk polisi mengamankan alat hisap sabu (bong). Selanjutnya keempat orang tersebut diboyong ke Mapolsek Patumbak guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Dari informasi yang kita terima dari masyarakat, lokasi tersebut kerap menjadi tempat transaksi dan juga tempat memakai sabu,” ungkapnya. *