Lagi Nunggu Pelanggan, Pengedar Narkoba Kampung Jati Diringkus

Minggu, 7 Juni 2020 | 19:54 WIB

Sergai, MPOL.com: Tim khusus anti bandit (Tekab) Polsek Firdaus Polres Sergai menciduk seorang pengedar narkoba di wilayah Kecamatan Sei Bamban berikut barang bukti sabu seberat 0,91 gram dan satu paket ganja siap edar.

Tersangka Legino alias Gino (38) warga Dusun XV Kampung Jati, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Serdang Bedagai ditangkap petugas, Sabtu (6/6/2020) sekira pukul 15.30 WIB, saat sedang menunggu pelanggan sabu di belakang rumah warga di Dusun XV Kampung Jati.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang kepada wartawan, Minggu (7/6/2020) mengatakan, penangkapan tersangka Gino berkat adanya laporan dari masyarakat Kampung Jati, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai tentang adanya peredaran narkotika di seputaran kediaman rumah tersangka.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas lalu meringkus tersangka. Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti 1 kotak rokok Sampoerna yang di dalamnya berisikan 1 paket sedang yang diduga sabu seberat 0,45 gram, 3 paket kecil yang diduga sabu seberat 0,46 gram, 3 pipet yang sudah dimodif menjadi skop, 2 jarum suntik dan 1 bal plastik klip transparan kosong.

Kemudian, 1 buah tas selempang warna biru yang di dalamnya terdapat 1 kotak rokok Sampoerna berisikan 1 paket daun ganja kering yang disimpan tersangka di kandang ayam. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti langsung digelandang ke Mapolsek Firdaus guna proses lebih lanjut.

“Hasil interogasi, tersangka yang berstatus lajang ini mengaku jika dirinya sudah pernah masuk penjara pada tahun 2011 dalam kasus narkoba dan menjalani hukuman selama 3 tahun 2 minggu di Lapas Tebing Tinggi,” kata Kapolres.

Tersangka juga mengaku menjual narkotika jenis sabu baru berjalan 3 bulan terakhir karena tidak memiliki pekerjaan tetap setelah keluar dari penjara.

“Dari pengakuannya, tersangka membeli sabu dari seorang yang bernama R warga Kampung Jati dengan harga Rp. 450.000 dan kemudian dipaketin tersangka sebanyak 5 paket. Sementara sabu itu baru terjual 1 paket dengan harga Rp. 50.000. Sedangkan ganja diperoleh dari N warga Tanjung Beringin,” ujar Robin.

Sementara, tersangka berkilah bahwa dirinya nekat menjadi pengedar sabu lantaran sulit mendapatkan pekerjaan.

“Baru tiga bulan terakhir ini saya jual sabu pak, karena setelah keluar dari penjara sangat sulit cari kerjaan,” kilah tersangka kepada petugas di ruang penyidik. *