Lagi, BNN Sumut Musnahkan 955,4 Gram Sabu Pakai Mesin Incenerator

Rabu, 21 Oktober 2020 | 13:11 WIB

Medan, MPOL: Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut kembali memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dengan mengunakan mesin Incenerator di halaman kantor BNN Sumut, Jalan Pancing, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu (21/10/20) siang.

Pemusnahkan barang bukti sabu ini berasal dari tangkapan 4 tersangka yang peredaran sabu tersebut dikendalikan Napi dari Lapas di Pekan Baru.

Usai pemusnahan, Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial melalui, Kabid Pemberantasan, Kombes Pol Sempana Sitepu kepada wartawan mengatakan, pengungkapan peredaran sabu dari keempat tersangka ini bermula adanya informasi masyarakat dan penyelidikkan petugas BNN Sumut dilapangan bahwa pada 13 September 2020 akan ada peredaran sabu dari Medan menuju Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara.

“Dari informasi itu, kita langsung menindaklanjutinya, sekitar pukul 17.00 WIB kita menghentikan bus Rajawali yang mengangkut seorang penumpang diduga membawa narkoba jenis sabu-sabu,”jelasnya.

Para penumpang kita turunkan satu persatu dan kita lakukan penggeledahan. Hasilnya, kita dapatkan 1 kg sabu dari tersangka, BH (43) warga Simalungun, Sumut. Dalam pengakuannya kepada petugas, sabu itu akan diantar kepada seseorang yang berada di Kuala Tanjung, Batubara.

Tak buang waktu lagi, petugas langsung melakukan pengembangan dan bersama tersangka BH, petugas bergerak menuju Kuala Tanjung Batubara.

Pemusnahan barang bukti sabu yang dimasukkam ke dalam mesin incenerator.(Isu)

Sampai di Kuala Tanjung, tersangka BH sudah ditunggu ketiga tersangka yang akan menjemput sabu itu masing-masing berinisial FB (26) warga Simalungun, IA (33) dan S alias P (29) keduanya warga Batubara, Sumut. Tanpa menunggu ketiga tersangka yang juga kaki tangan dari tersangka BH diamankan tanpa perlawanan.

“Hasil interogasi, tersangka BH mengaku diperintahkan oleh seseorang berinisial, Z yang diketahui merupakan seorang Napi Lapas Pekan Baru. Tersangka, BH mendapat upah Rp 2 juta jika berhasil mengantarkan sabu tersebut,” katanya.

Karena perbuatannya, lanjut, Kabid,  keempat tersangka dijerat dengan Pasal  114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) Jo 132 Undang-Undang (UU)  RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

“Atas pengungkapan ini, sekitar 10 ribu anak bangsa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika ini,”tukasnya.

Acara pemusnahan barang bukti sabu disaksikan juga oleh pihak Kejaksaan, mewakili Poldasu dan pengacara tersangka. Lalu, sabu seberat 955,4 gram dimusnahkan ke dalam mobil incenerator milik BNNP Sumut.(*)