Kapolrestabes Jelaskan Kronologis Tewasnya Junaidi, Pelaku Sempat Mengambil dan Menjual Mesin Angkot Milik Korban

Selasa, 6 April 2021 | 17:35 WIB

Medan, MPOL : Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko mengatakan setelah korban Junaidi (62) warga Jl. Mayor Komplek SD 50, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat dihabisi pelaku Fadilah Aidil Putra (41) menggunakan batu batako, pelaku juga sempat mengambil dan menjual mesin angkot milik korban

“Jadi korban dipukul hingga meninggal dunia menggunakan batako yang diambil pelaku dari bawah ban yang diganjal dalam angkot yang mereka bawa,” kata Kombes Riko didampingi Wakasat Reskrim, Kompol Rafles Marpaung dan Kanit Pidum Iptu Ardian Yunnan Sahputra, saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4/2021) sore.

Riko menjelaskan, kejadian pembunuhan berawal, Minggu (4/4/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu mobil angkutan umum Rahayu 53 BK 7587 DM yang di kendarai korban dan pelaku mengalami pecah lahar di daerah Belawan. Kemudian sekira pukul 22.00 WIB, korban pergi mengantar kiriman ikan kepada para pelanggan sambil mencari sparepart yang dibutuhkan. Lalu korban kembali ke lokasi kendaraan rusak tersebut. Sesampainya di lokasi, korban dan pelaku sempat bertengkar mulut.

Selanjutnya, Senin (5/4/2021) sekira pukul 01.00 WIB, korban tidur di bangku sebelah sopir. Pada saat korban sudah tidur pelaku mengambil ganjal roda batu batako yang berada di sebelah belakang dan memindahkannya ke bawah bangku tepatnya di bawah kaki sebelah kanan pelaku. Kemudian korban mengemudikan kembali angkutan umum tersebut.

“Setelah angkot berjalan kurang lebih 100 meter, pelaku memberhentikan kendaraan dan mengambil batu batako dari bawah kakinya sebelah kanan dengan menggunakan tangan sebelah kanan dan langsung memukul kepala korban sebanyak 5 kali. Lalu pelaku mengambil bantal yang sebagai sandaran sopir lalu membekap wajah korban hingga tewas,” terangnya.

Kemudian, sambung Kapolres, pelaku memindahkan korban ke bagian belakang dan menutup wajah korban dengan bantal yang digunakan tersebut.

Setelah selesai melakukan aksinya, pelaku kembali mengendari angkot tersebut dan berkeliling ke daerah Batang Kuis dan Tembung tanpa berhenti. Sekira pukul 07.00 WIB, pelaku membuang mayat korban ke Jl. Perhubungan Dusun XIV Desa Bandar Khalipa, Kec. Percut Sei Tuan tepatnya di samping Gudang PT. Intan.

Fadilah Aidil Putra, pelaku yang menghabisi nyawa Junaidi. (Foto: Arya).

Setelah membuang mayat korban, pelaku
yang merupakan warga Jl. Jermal VII Panglima Denai, Kec. Medan Denai, meninggalkan ankot di Jl. Selamat Ketaren tepatnya depan Universitas Negeri Medan (Unimed).

“Setelah membuang mayat korban, sekira pukul 10.00 WIB pelaku mengajak 2 orang keponakannya untuk mengambil ban dan mesin dari kendaraan tersebut. Kemudian pelaku menjual mesin angkot milik korban sebesar Rp. 500 ribu kepada seorang pembeli yang sampai saat ini masih kita kejar penadahnya,” ungkapnya.

Setelah mendapat laporan, petugas dipimpin Kanit Pidum Iptu Ardian Yunnan selanjutnya melakukan penyelidikan dan melakukan profilling terhadap korban. Kemudian, petugas mendapat informasi dan mengetahui bahwa pelaku pembunuhan terhadap korban Junaidi adalah pelaku Fadilah Aidil. Alhasil, pelaku berhasil ditangkap di Pajak Palapa Jl. Yos Sudarso, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat, Senin (5/4/2021) sekira pukul 16.30 WIB.

Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Selanjutnya, petugas membawa pelaku untuk dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti yang dijual di seputaran Jl. Pasar V Tembung, Kec. Medan Tembung. Namun, ketika itu pelaku berusaha melawan petugas dan melarikan diri dengan cara menolak petugas.

Melihat pelaku tak kooperatif, petugas lalu mengeluarkan tembakan peringatan ke udara namun tidak dihiraukan oleh pelaku. Dengan kesigapan petugas, pelaku pun diterjang timah panas yang bersarang di kedua kakinya.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan sebongkah batu batako, uang Rp. 250.000, 1 unit Hp Mito warna hitam, 1 unit mobil angkot milik korban dan 4 buah ban mobil. *