Soal Penganiayaan Terhadap Saksi Pembunuhan Hingga Babak Belur

Kapolrestabes: 6 Oknum Polisi Sudah Diperiksa, Termasuk Kapolsek dan Kanit Reskrim

Kamis, 9 Juli 2020 | 17:39 WIB

Medan, MPOL : Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan bahwa 6 oknum polisi sudah diperiksa terkait penganiayaan terhadap seorang saksi pembunuhan bernama Sarpan (57).

“Sampai saat ini sudah 6 orang yang sudah diperiksa, diantaranya Kanit Reskrim (Iptu Luis Beltran), Panit dan penyidiknya, termasuk Kapolseknya sendiri,” kata Kombes Riko saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Kamis (9/7/2020) sore.

Riko mengatakan, korban Sarpan dalam laporannya mengatakan bahwa ianya dianiaya oleh orang tak dikenal. Makanya, pada saat membuat laporan polisi korban tidak bisa menyebutkan siapa dia (orang yang menganiaya korban). Karena menurut pengakuannya adalah tersangka-tersangka kasus lain yang kebetulan juga sedang ditangani Polsek Percut Sei Tuan.

“Laporan dari keluarganya korban disiksa atau dianiaya oleh petugas Polri (Polsek Percut Sei Tuan). Itu untuk keenamnya sudah kita periksa,” ujarnya.

Tapi, sambungnya, pengakuan dari korban Sarpan sendiri yang disampaikan kepada dirinya langsung pada saat selesai korban membuat laporan di Polrestabes Medan  mengatakan bahwa korban dianiaya oleh tersangka-tersangka lain yang ada di Polsek tersebut. Katanya, kasus tersebut tetap dan sedang ditangani.

Saat disinggung apa benar saksi ditahan selama 5 hari dalam pemeriksaan, Kapolrestabes mengaku akan mengeceknya lagi.

“Kita akan cek tentang saksi ditahan selama 5 hari, karena belum ada SPhnya. Pengakuan dari penyidik pada saat pemeriksaan belum ditahan,” tukasnya.

Ia juga menegaskan komitmen Polrestabes Medan bahwa kalau memang anggota polisi salah pihaknya akan memprosesnya sesuai ketentuan dan tidak ada masalah.

Sebelumnya, setelah didemo puluhan warga, Sarpan (57) saksi kasus pembunuhan akhirnya dipulangkan Polsek Percut Sei Tuan kembali ke keluarganya. Sarpan yang menjadi saksi kasus pembunuhan buruh bangunan yang menewaskan Dodi Somanto alias Andika (41) di Jl. Sidumolyo Gg. Gelatik Pasar IX, Desa Sei Rotan, Kec. Percut Sei Tuan, dibebaskan, Senin (6/7/2020) sore karena sudah 5 hari ‘nginap’ di kantor polisi tersebut.

Suasana haru pun menyambut kepulangan Sarpan ke rumahnya di Jl. Sidumolyo Pasar IX, Desa Sei Rotan, Kec. Percut Sei Tuan. Namun, ada yang janggal dengan kondisi Sarpan. Pria yang berstatus saksi ini kondisi wajahnya babak belur, bagian kedua matanya lebam. Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya bagaimana bisa seorang saksi yang berada di kantor polisi bisa babak belur.

Atas kejadian ini, korban telah membuat laporan polisi ke Polrestabes Medan, Senin (6/7) sekira pukul 20.50 WIB dengan tanda bukti laporan nomor: STTP/1643/VII/Yan 2.5/2020/ SPKT Polrestabes Medan. *