Kades Durin Tonggal Sebut Dirinya Tidak Pernah Bilang Warganya Diculik Oknum Polisi

Pancur Batu, MPOL : Terkait adanya pemberitaan di salah satu media online yang menerangkan kalau Kepala Desa (Kades) Durin Tonggal, Kec. Pancur Batu, Kab. Deli Serdang, Ridau Sinulingga ada menyebutkan salah seorang warganya bernama Andre Ginting yang merupakan anggota Kelompok Tani Arih Ersada Aron Bolon diculik oleh oknum polisi, dengan tegas ia mengaku bahwa berita tersebut tidak benar.

“Tidak benar saya ada menyatakan kalau salah seorang warga saya diculik oleh oknum polisi. Dan saya tegaskan juga kalau saya sama sekali tidak pernah memberikan keterangan kepada wartawan baik media cetak, elektronik maupun online bahwasanya ada warga saya diculik oknum polisi,” sebut Ridau Sinulingga ketika ditemui wartawan di Pancur Batu, Sabtu (6/3/2021) siang.

Menurut Ridau, dirinya memang ada mendapat informasi dari warganya kalau salah seorang warga Desa Durin Tonggal bernama Andre Ginting sempat pergi bersama sejumlah orang dari lokasi yang sepengetahuannya adalah Perumahan USU pada pagi hari dan sorenya sudah kembali ke rumah dalam keadaan sehat.

“Sekitar 10 hari yang lalu saya memang dapat informasi kalau salah seorang warga saya atas nama Andre Ginting ada pergi dari lahan di kawasan Dusun III Desa Durin Tonggal tersebut bersama beberapa orang. Dia (Andre Ginting) pergi pagi dan sore harinya sudah pulang ke rumah dalam kondisi sehat dan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” ungkap Ridau yang sudah menjabat sebagai Kades dua periode ini.

Jadi intinya, lanjut Ridau, dirinya sama sekali tidak ada memberikan keterangan kepada siapapun, termasuk kepada awak media soal penculikan yang dilakukan oknum polisi terhadap salah seorang warganya.

“Kan tidak mungkin saya berani bilang ada warga saya diculik tanpa ada bukti-bukti yang mendukung, apalagi kalau disebutkan yang melakukan penculikan itu oknum polisi. Setahu saya, polisi itu menjalankan tugas sebagai penegak hukum, mereka hanya menangkap orang yang terbukti melakukan tindak kejahatan atau pidana, bukannya menculik orang,” tandasnya.

Sumber wartawan di lapangan mengatakan, sebelumnya sejumlah warga Desa Durin Tonggal menghadang pembangunan Perumahan USU di Dusun III Desa Durin Tonggal. Warga ini mengaku kalau lahan yang dijadikan perumahan tersebut merupakan milik mereka, sehingga terjadi saling klaim diantara kedua belah pihak.

Terpisah, Kapolsek Pancur Batu, Kompol Dedy Dharma ketika dikonfirmasi wartawan soal adanya pemberitaan yang menyatakan Kades Durin Tonggal menyebut bahwa ada warganya bernama Andre Ginting diculik oknum polisi membantah tudingan tersebut.

“Berdasarkan hasil klarifikasi, Kades Durin Tonggal Ridou Sinulingga menyatakan tidak ada memberikan statemen kepada wartawan, baik media cetak, elektronik maupun online manapun terkait penculikan tersebut,” katanya.

Kapolsek juga menjelaskan, sebagai aparat penegak hukum, Polri bekerja secara profesional dan proporsional sejalan dengan tuntutan hukum, sehingga menciptakan rasa keadilan, kebenaran, serta hak azasi manusia.

“Kami melakukan langkah-langkah Polri yang Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan). Sehingga tidak terjadi konflik yang pada akhirnya dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat terkhusus di wilayah hukum Polsek Pancur Batu,” tegasnya.

Dedy juga menyarankan, apabila ada pihak-pihak yang keberatan terkait permasalahan hukum di masyarakat agar dapat menempuh jalur hukum sebagai wujud dari masyarakat yang taat kepada hukum.

Disinggung masalah laporan dari saudari Rembah Br Keliat yang merupakan Sekretaris Kelompok Tani Arih Ersada Aron Bolon tentang adanya dugaan tindak pidana pemalsuan surat, Kompol Dedy membenarkan adanya laporan tersebut dan sudah diterima.

“Saat ini prosesnya ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut,” tandasnya. *