Jaringan Aceh-Jakarta, Truk Modifikasi Bawa 28 Kg Sabu dan 2 Tersangka Diamankan

Selasa, 25 Februari 2020 | 14:45 WIB

Medan – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut mengungkap jaringan peredaran narkoba dengan jumlah barang bukti sabu seberat 28 Kg.

Barang bukti yang dibawa dari Aceh ke Jakarta via Pekan Baru tersebut ditemukan dalam Truk Colt Diesel modifikasi bernopol BM 8108 SD. Selain barang bukti,  petugas meringkus dua tersangka masing-masing Abadi Samad (45) warga Desa Ujung Paco, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe dan Marzuki Ahmad (49) warga Desa Tufah, Kecamatan Jeunib, Aceh.

Hal itu dibenarkan Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Atrial, SH saat paparan kasus di Markas BNN Jalan Pancing Medan Estate, Selasa (25/2/20).

Atrial menjelaskan terungkapnya kasus ini bermula informasi masyarakat bahwa ada truk Colt Diesel warna kuning dari Bireuen, Aceh menuju Jakarta membawa sabu.

“Truk yang dikemudikan Abadi Samad kita hentikan di kawasan Jalan Megawati Binjai, pada Minggu (16/2/20) lalu. Awalnya kita periksa tidak ada barang bukti narkoba di dalam truk. Lalu truk kita bawa ke markas BNN Sumut. Namun di markas anjing pelacak terus menerus mengendus di bagian tangki truk,” papar Atrial didampingi Wadansat Brimob, AKBP UF Ukoli.

Ketika bagian tangki dibongkar kata Atrial, petugas menemukan 14 bungkus plastik transparan berisi sabu. Tidak sampai disitu, anjing pelacak kemudian mengendus dibagian kotak tempat penyimpan peralatan truk.

“Begitu kita buka kotak yang terbuat dari besi itu ditemukan lagi 14 bungkus plastik transparan berisi sabu. Sehingga total sabu yang ditemukan 28 Kg. Truk ini memang dimodifikasi khusus untuk membawa sabu dari Aceh tujuan Jakarta via Pekanbaru,” ujar Atrial seraya menjelaskan, truk ini dimodifikasi di salah satu bengkel di Bireuen.

Hasil pemeriksaan lanjut Atrial, tersangka Abadi Samad  mengaku dijanjikan Marzuki Rp 200 juta apabila sabu sampai di Jakarta. Lalu kita lakukan pengembangan dari Abadi Samad dan kita tangkap Marzuki Ahmad di Pidie. Operasi kita ini juga didukung Sat Brimob Polda Sumut,” sebut Atrial.

Barang bukti yang diamankan truk Colt Diesel BM 8108 SD, 2 handphone dan uang tunai Rp10 juta. Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 UU Nomor 35 tentang narkotika dan ancaman hukuman mati.(Isu)