Janda Pengedar 9 Kg Sabu dan 2800 Pil Xtc Ngaku Sudah 3 Kali Terima Upah Jual Narkoba

Senin, 3 Januari 2022 | 18:04 WIB

Medan, MPOL; Seorang tersangka narkoba yang berstatus janda berinisial YZ (45) mengatakan sudah tiga kali menerima upah dari hasil mengedarkan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

“Tersangka juga mengaku narkoba itu miliknya yang dititipkan seseorang yang tidak dikenalnya,”.

Pengakuan tersangka terungkap saat Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Narkoba, Kompol Raffles LP Marpaung dan Kapolsek Helvetia, Kompol Heri E Sihombing rilis kaaus di Aula Patriatama, Senin (3/1/21) sore.

Polrestabes Medan mengungkap jaringan peredaran narkoba jenis sabu dan pil ekstasi dengan meringkus seorang ibu rumah (IRT) dari kediamannya di Jalan serbaguna Ujung, Dusun IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli.

Dari tersangka berinisial YZ yang bekerja sebagai sopir ojek online (ojol) ini petugas menyita barang bukti berupa 9 Kg sabu dan 2.800 butir pil ekstasi.

Janda satu anak ini mengaku sudah 3 kali mengedarkan sabu di wilayah Kota Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Kasat Narkoba, Kompol Raffles LP Marpaung dan Kapolsek Helvetia, Kompol Heri E Sihombing menunjukkan barang bukti narkoba.(Isu)

Kapolrestabes mengatakan pengungkapan kasus ini hasil pengembangan dari tersangka, AS yang diamankan pada 25 November 2021 dengan barang bukti 40 butir ekstasi.

 

“Dari tersangka AS, petugas melakukan penyelidikan dan mengantongi 1 nama yang menjadi target. Setelah melakukan pengintaian hampir 1,5 bulan tepatnya pada 1 Januari 2022 tim Unit Reskrim Polsek Helvetia melakukan penggeledahan di kediaman tersangka YZ, ” jelasnya.

Hasilnya, tim menemukan 9 Kg sabu dan 2.800 butir pil ekstasi.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diboyong ke Mapolsek Helvetia guna kepentingan penyidikan.

Hasil interogasi, tersangka kurang kooperatif dan sering memberi keterangan yang berubah-ubah.

Namun hasil pemeriksaan, tersangka sudah 3 kali melakukan aksi dan hanya diupah Rp 500 ribu pertama, Rp 100 ribu yang kedua dan terungkap yang ketiga kalinya.

Hasil penyelidikan, tersangka tidak hanya berperan sebagai penyimpan barang saja. Namun, tersangka YZ juga ikut berperan mengemasi (meracik) sabu dan ektasi sebelum dijual. Sedangkan untuk pengirim barang, tersangka mengaku tidak mengenali dan langsung memutus komunikasi dengan pengantar sabu.

“Kita terus mendalami keterangan tersangka. Ini merupakan pengungkapan kasus narkotika di awal tahun oleh Polsek Helvetian dan Satres Narkoba Polrestabes Medan,” ungkap Kombes Pol Riko Sunarko. (*)

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Kasat Narkoba, Kompol Raffles dan Kapolsek Helvetia, Kompol Heri E Sihombing menunjukkan barang bukti narkoba.(Isu)