Jambret Tas, Napi Asimilasi Dimassa

Selasa, 19 Mei 2020 | 23:08 WIB

Sergai, MPOL.com: Napi asimilasi yang baru keluar satu bulan lalu, BG alias Ginda warga Kampung Banten, Kel. Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai) babak belur dipermak massa usai merampas tas milik Leni Aulia (20) warga Dusun XI, Desa Bingkat, Kec. Pegajahan, Sergai, Senin (18/5/2020).

Kejadian bermula saat korban Leni Aulia mengendarai sepeda motornya melintas di jalan umum Lingkungan Juani, Kel. Simpang Tiga Pekan, korban dipepet oleh dua orang pria tidak dikenal mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 5791 XAP sambil mengancam korban dengan mengatakan “apa kau.. sini tas kau.. mati kau nanti..” sambil menunjukan sebilah pisau. Selanjutnya elaku pun menarik tas korban dan langsung melarikan diri.

Merasa panik, korban pun berteriak minta tolong, mendengar teriakan tersebut, saksi Reda (33) mengejar pelaku sambil berteriak “maling… maling..”, mendengar teriakan tersebut massa pun berkerumun mengejar pelaku. Salah seorang pelaku, yakni Ginda berhasil ditangkap warga sedangkan Bayu (29) berhasil melarikan diri.

Team Khusus Anti Bandit (TEKAB) Polsek Perbaungan bergerak menuju lokasi kejadian (TKP) serta mengamankan tersangka dari amukan massa dan membawanya ke RS. Umum Melati untuk mendapatkan perawatan serta barang bukti berupa sepeda motor Honda Vario BK 5791 XAP dan sebuah tas sandang berisikan uang tunai Rp. 350 ribu dibawa ke Mako Polsek Perbaungan.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang, Selasa (19/5/2020) kepada wartawan membenarkan penangkapan terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan oleh warga masyarakat bersama personel Polri Polsek Perbaungan masih di seputaran Lingkungan Juani, Kel. Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan.

“Pelaku dikejar warga usai melakukan aksi penjambretan terhadap korban Leni Aulia di jalan umum Lingkungan juani, Kel. Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan,” kata Kapolres.

“Pelaku berhasil ditangkap warga bersama personel Polsek Perbaungan, warga sempat emosi memukul pelaku namun berhasil diredam oleh polisi,” sambungnya.

Kapolres juga menjelaskan pelaku merupakan residivis kasus pencurian mesin genset setelah menjalani hukuman 1 tahun dan baru 1 bulan bebas, dimana pelaku dibebaskan berkat program asimilasi corona. *