Jalan Jamin Ginting Rawan, 2 Orang Jadi Korban Begal Saat PPKM Darurat, Polisi: Sudah Ada Gambaran

Sabtu, 24 Juli 2021 | 21:56 WIB

Medan, MPOL : Dalam situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kejahatan jalanan kembali muncul. Bahkan, tempo 9 hari aksi begal terjadi di lokasi yang sama.

Menurut informasi yang dirangkum, pertama kasus begal yang dialami Fernando Hutapea (23). Korban dibacok kawanan begal saat pulang kerja sebagai karyawan di salah satu media cetak melintas di Jl. Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan Rabu (14/7/2021) sekira pukul 03.45 WIB. Disitu, sepeda motor korban Honda Beat hitam BB 5443 YH dirampas 2 pria yang berboncengan Honda Vario LED yang saat itu langsung memepet korban.

Dengan gerak cepat, salah seorang pelaku langsung mencabut kunci kontak sepeda motor korban, dimana saat itu korban berupaya melakukan perlawanan. Namun, pelaku yang di boncengan langsung membacok korban pakai senjata tajam (sajam) jenis celurit. Namun, celurit mengenai helm korban.

Pelaku kembali membacok korban hingga mengenai tangan kiri dan terluka. Saat sepeda motor mulai melambat, tiba-tiba 4 pria berboncengan 2 sepeda motor datang dari arah belakang dan langsung menabrak sepeda motor korban hingga korban tersungkur ke aspal.

Ketika korban tak berdaya, pelaku merampas sepeda motor korban. Sementara pelaku lainnya menghadang korban sembari mengacungkan celurit. Korban yang terluka meminta pertolongan warga sekitar. Sedangkan pelaku begal sadis berjumlah 6 orang langsung kabur.

Selanjutnya, korban membuat laporan ke Polsek Medan Baru dengan bukti nomor: STTLP/B/518/VII/SPKT Sek Medan Baru, 17 Juli 2021.

Kedua, kasus begal yang terjadi di Jl. Jamin Ginting dekat pos penyekatan pengamanan PPKM Darurat tepatnya di simpang Kampus USU, Jumat (23/7/2021) sekira pukul 01.15 WIB. Korban diduga mengendarai motor Scoopy dibegal 4 pelaku mengendarai 2 sepeda motor.

Dalam video berdurasi 39 detik, terlihat seorang pria mengendarai sepeda motor jenis matic melintas di jalan tersebut. Namun, tiba-tiba dari arah belakang muncul dua sepeda motor menabrak korban. Akibatnya, korban pun tersungkur ke samping kiri jalan. Lalu salah seorang pelaku turun dari motornya langsung menodongkan sajam jenis pisau ke arah korban.

Melihat aksi pelaku, korban pun spontan meninggalkan motornya. Namun, korban menyadari bahwa para pelaku yang diduga berjumlah empat orang itu hendak mengambil sepeda motornya yang sudah tergeletak.

Korban pun sempat berusaha melawan, mendekati pelaku. Dengan ancaman sebuah pisau korban langsung mundur. Saat pelaku hendak membawa motornya korban kembali mengejar pelaku, mamun apadaya sepeda motor korbaan berhasil dibawa kabur para pelaku.

Mirisnya, kejadian tersebut tidak jauh dari pos penyekatan pengamanan PPKM Darurat di simpang kampus USU.

Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung ketika dikonfirmasi, Sabtu (24/7/2021) malam mengatakan para pelaku masih dalam penyelidikan.

“Sedang dilidik. Sudah ada gambaran (pelakunya),” katanya.

Namun, Rafles membantah bahwa pada saat itu tidak ada penyekatan PPKM Darurat.

“Dan disitu pada jam segitu tidak ada penyekatan. Jangan sampai salah paham,” ujarnya.

Saat disinggung bahwa PPKM Darurat beroperasi selama 24 jam, Rafles tidak membenarkannya.

“(Penyekatan) sampai pukul 22.00 WIB. Intinya (dalam 2 kasus begal) sudah ada gambaran,” tandasnya. *