IRT Diamankan Polisi, Belasan Advokat Datangi Polsek Percut Seituan

Senin, 13 September 2021 | 22:25 WIB

Percut, MPOL; Diduga melakukan penganiayaan, seorang ibu rumah tangga (IRT) diamankan personel Polsek Percut Seituan.

Terduga pelaku bernama Desi Natalia Boru Sinulingga. Desi diamankan saat lagi menyusui bayinya yang berusia dua bulan.

Namun, Senin (13/9/21) sejumlah advokat yang menerima informasi adanya seorang ibu yang menyusui diamankan polisi, langsung mendatangi Polsek Percut Sei Tuan.

Mereka (advokat) datang membawa seorang bayi, dan meminta kepada pihak polisi agar bayi tersebut mendapatkan ASI dari ibunya.

“Nah bagi kita sederhana saja, kita ingin berikan si bayi untuk disusukan oleh ibunya, atau kalau tidak bolehkan biar kita tinggalkan bayinya sama si ibu, biar bayinya mengalami penahanan, daripada dia mengalami pelanggaran hak azasi manusia,” kata Mahmud Irsyad Lubis dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) kepada wartawan.

Ia mengatakan terkait perbuatan Desi yang dituduhkan melakukan penganiayaan terhadap seorang pria yang kabarnya adik iparnya, Irsyad mengatakan pihaknya akan menempuh pra peradilan, untuk menguji kebenaran tuduhan tersebut.

Irsyad mengatakan sejak diamankan pada Sabtu ,(11/9/21) malam kemarin, bayi tersebut belum mendapatkan asupan ASI dari ibunya.

“Kita kemari semata-mata hanya membawa bayi untuk disusukan, sejak dari Sabtu malam belum mendapatkan susu, ibunya datang kemari (pulang) tidak dikasih. Harapan kita polisi membuka mata, jangan sampai ada pelanggaran HAM di kantor polisi ini,” katanya.

Phak kepolisian yang melihat kedatangan advokat ini, kemudian mengizinkan agar sang bayi mendapatkan ASI dari ibunya.

Sementara, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa Desi diamankan atas kasus penganiyaan yang dilakukannya terhadap adik iparnya di rumah Jalan Baru Kecamatan Medan Tembung.

“Korban kepalanya bocor, bulan Juli laporannya, aksi penganiayaan diulangi lagi dan korban melapor lagi. Dia (korban) menuntut kenapa (pelaku) gak ditahan, karena sudah dua kali terjadi penganiayaan. Padahal mereka satu rumah,” katanya kepada wartawan di Polsek Percut Sei Tuan.

Mendapat laporan penganiayaan tersebut, pihak kepolisian lalu mengamankan Desi. Meski begitu, kapolsek mengatakan pihaknya hanya mengamankan untuk memberikan pembinaan agar penganiayaan tidak terjadi lagi.

“Kita membantah kalau pelaku diamankan lagi menyusui anaknya,” ujarnya.

Pagi tadi kata kapolsek, sudah kita buat surat penangguhan ibu itu, bukan karena ada desakan (advokat), tapi tetap saya berikan pandangan agar jangan terjadi lagi penganiayaan.

Jan Piter melanjutkan karena Desi sedang dalam menyusui jadi pertimbangan pihak kepolisian untuk memberikan penangguhan.

“Tidak benar, kami tidak mengizinkan ibu nya untuk menyusui anaknya. Ini sekarang sedang menyusui,” ungkapnya.(*)