Habis Beraksi, Pasangan Suami Istri Sembunyikan Mobil Curian di Rumah Orang Tua

Minggu, 20 Juni 2021 | 23:35 WIB

Sunggal, MPOL: Sepasangan suami istri (Pasutri) berinisial HS (34) dan EW (28), ditangkap Tekab Polsek Sunggal dari rumahnya di Komplek Perumahan Padang Hijau Kec. Sunggal DS.

Pasalnya, Pasutri ini nekat mengambil (mencuri) 1 unit mobil Mitsubishi L300 milik Fauzi (40) warga Kampung Terang Bulan Desa Muliorejo Kec. Sunggal DS, yang tengah terparkir di Jl. Megawati Desa Serba Jadi Kec. Sunggal DS.

Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring saat dikonfirmasi di mako Polsek Sunggal, Minggu (20/6/21) sore, menjelaskan pencurian mobil tersebut terungkap Jumat (18/6/21) pagi, saat itu, Fauzi mendatangi Mapolsek Sunggal, guna membuat laporan pengaduan, kalau mobil Mitsubishi L300 miliknya yang tengah diparkirkannya di Jl. Megawati Desa Serba Jadi Kec. Sunggal DS, dicuri orang.

Berdasarkan laporan dari korban, 0petugas Polsek Sunggal langsung ke lokasi olah TKP.

Berdasarkan saksi-saksi yang ada, akhirnya diketahui siapa pelakunya yang tak lain adalah pasutri tersebut.

Berdasarkan informasi yang layak dipercaya, akhirnya diketahui keberadaan terduga pelaku, dimana saat itu, terduga pelaku tengah berada dirumahnya di Komplek Perumahan Padang Hijau Kec. Sunggal DS.

Tak mau kehilangan buruannya, Tekab Polsek Sunggal yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman yang didampingi Iptu Ibrahim Sofie, segera melakukan pengintaian.

“Saat diintai di rumahnya, HS dan EW sedang bersiap-siap untuk pergi. Namun, sebelum kehilangan jejak petugas menciduk kedua pelaku. Lalu keduanya diboyong ke Mapolsek Sunggal guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat dilakukan pemeriksaan pelaku HS mengaku, kalau mobil Mitsubishi L300 tang dicurinya disembunyikand i rumah orang tuanya di Kab. Langkat.

“Saat ini, kedua pasutri beserta barang bukti mobil pick up Mitsubishi L300 telah kita amankan. Keduanya kita persangkakan melanggar Pasal 363 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujarnya.,(*)