Guru Dianiaya Anak Kepsek SMAN 8 Lapor ke Polisi

Senin, 3 Februari 2020 | 21:08 WIB

Medanposonline.com – Seorang guru SMAN 8 Jalan Sampali Medan, Herbin Manurung melaporkan seorang guru honorer bernama DP yang juga anak Kepala SMAN itu sendiri, ke Polsek Medan Area.

Korban (Herbin) terpaksa mengadu ke polisi karena menjadi korban penganiayaan yang dilakukan DP yang dinilai kerap bertindak arogan.Tidak hanya pemukulan, Herbin juga melaporkan pengerusakan sepeda motornya yang dilakukan DP.

Saat ditemui wartawan usai membuat pengaduan di Polsek Medan Area, Senin (3/2/20), Herbin yang didampingi beberapa guru menjelaskan pemukulan terhadap dirinya terjadi Rabu (29/1/20) pekan lalu.

Guru matematika ini menerangkan, saat proses belajar-mengajar di kelas XII IPA 1, secara tiba-tiba tanpa mengetuk pintu DP masuk ke kelas dan meminta dua siswa atas nama Jos dan Es untuk keluar kelas. Setelah itu DP langsung pergi tanpa menjelaskan kenapa dua siswa di kelasnya itu dipanggil.

Dianggap masuk tanpa etika, Herbin lalu melarang dua muridnya itu keluar. “Kami masih membahas soal persiapan UN. Jadinya saya larang dua siswa saya itu untuk keluar,” kata Manurung.

Ternyata, tak berapa lama kemudian DP kembali muncul. Ia marah karena kedua siswa yang dipanggilnya tidak menuruti panggilannya. “Dia langsung masuk, memaki dan memukul saya. Ada videonya direkam siswa saya,” ungkapnya.

Keributan kedua guru itu kemudian langsung dilerai oleh siswa laki-laki. Keduanya dipisah. Tidak terima, Herbin kemudian mengejar DP.

“Dia rupanya bersembunyi di ruangan Kepala Sekolah. Saya panggil-panggil, rupanya Kepala Sekolah yang keluar. Saya lalu didorong-dorong, sampai terjatuh di ruang. Saya lalu dikunci di situ untuk menenangkan situasi. Rupanya DP ngamuk memecahkan kaca ruangan, dan motor saya dirusak. Ini motor saya ditahan sebagai bukti,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Medan Jontor Ranto Panjaitan yang dihubungi tidak menjawab konfirmasi wartawan. Juga pesan singkat yang dilayangkan tidak berbalas. (Isu)