Goodjob! Polsek Patumbak Ringkus 4 Tersangka Narkoba Jaringan Internasional, 6 Kg Sabu Disita

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:48 WIB

Patumbak, MPOL : Goodjob, apresiasi tinggi patut diberikan kepada Polsek Patumbak. Pasalnya, secara kuantitas Polsek yang dipimpin Kompol Arfin Fachreza itu berulang kali berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu.

Kali kini, Tekab Polsek Patumbak berhasil meringkus 4 tersangka narkotika jenis sabu jaringan internasional.

Keempat tersangka, yakni MZ alias Nazar (34) dan MR alias Riki (25) yang keduanya warga Desa Rambung Dalam, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara, J alias Jas (34) warga Desa Lhokibo, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara dan Z alias Din (41) warga Desa Batu 12, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

Keempat tersangka ditangkap pada Kamis (22/10/2020) lalu sekira pukul 08.00 WIB, berikut disita barang bukti sabu seberat 5,980 gram.

“Keempat tersangka diamankan dari dua lokasi berbeda, yakni di simpang lampu merah Jalan Ringroad, Medan dan SPBU Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza saat menggelar konferensi pers di Mapolsek Patumbak, Selasa (27/10/2020) siang.

Dikatakan Kapolrestabes, penangkapan keempat tersangka dilakukan setelah Polsek Patumbak menerima informasi bahwa ada transaksi/pengiriman paket yang diduga berisi sabu dari Kota Medan yang akan dibawa ke Provinsi Jambi.

Keempat tersangka (baju orange) menunjukkan barang bukti sabu. (Foto: Ist).

Kemudian, Tim Unit Reskrim Polsek Patumbak yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Arfin Fachreza bersama Kanit Reskrim dan Panit I Reskrim Ipda M. Yusuf Dabutar langsung melakukan penyelidikan dan meringkus keempat tersangka berikut barang bukti sabu.

“Selain keempat tersangka, kita juga mengamankan barang bukti 2 unit mobil Avanza warna silver BK 1401 AU dan Nissan warna hitam BK 1654 ID,” terangnya.

Kombes Riko juga menjelaskan pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa tas ransel warna hitam, dan tujuh unit handphone berbagai merek.

Sementara itu, keempat tersangka mengaku sudah 4 kali mengedarkan narkotika jenis sabu yang semuanya diedarkan di Provinsi Jambi dan Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

“Setiap tersangka mengaku mendapatkan upah senilai Rp. 30 juta per kilogramnya. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa keempat tersangka tersebut adalah jaringan narkotika internasional,” tegasnya.

Atas perbuatannya, keempat tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. *