Gara Gara Tidak Mau Tinggalkan Gubuk, Sitepu Tewas Dibakar Sekelompok Pria

Jumat, 3 Desember 2021 | 21:45 WIB

Binjai.MPOL- Darwin Sitepu (38), Warga Dusun II Lorong Gereja, Desa Durian Lingga, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dibakar hidup-hidup oleh sekelompok pria, Kamis (2/12/2021).

Kasubbag Humas Polres Binjai ketika dikonfirmasi wartawan, Jum’at (3/12/2021) mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan kematian korban saat Darwin, tengah duduk disebuah gubuk di Dusun Kuta Jering, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat bersama rekan-rekannya.

Lalu didatangi sekelompok pria yang berinisial FD meminta korban untuk meninggalkan gubuk itu. Namun permintaan terduga pelaku tidak diindahkan oleh korban.

Lalu lanjut, Junaidi mereka sempat terlibat cekcok mulut dan berujung pemukulan yang dilakukan rekan FD. Dengan menggunakan popor senapan angin, korban yang merasa terancam sempat coba melakukan perlawanan.

Sayang, perlawanan itu dibalas. Rekan FD, yang telah menyediakan seember bensin langsung menyiramkannya kesekujur tubuh korban. Bersamaan dengan itu, FD mematik mancis dan sekujur tubuh korban Darwin dilalap api.

Melihat korban yang menggelepar dilalap api. Rekan korban, mencari pertolongan dan melaporkan kejadian ke pihak kepolisian. Sementara FD dan rekan-rekannya keburu kabur meninggalkan lokasi.

Sedangkan Istri korban , Trisnawati Br Ginting (32), mengakui sangat kehilangan pria yang dicintainya itu. Ia meminta agar pihak kepolisian dapat segera menyelesaikan kasus ini dengan menangkap pelaku.
“Suami saya merupakan tulang punggung keluarga. Mohon kepada Kapolres Binjai, segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku pembunuhan suami saya,” lirih wanita ini dengan mata berkaca-kaca.

Ironis, suaminya meninggalkan dia dengan kematian yang cukup tragis. Bahkan, saat ini Trisnawati Br Ginting tengah hamil. Ia meminta agar pihak kepolisian menghukum para pelaku dengan seberat-beratnya. Perbuatan pelaku sangat menyakitkan bagi dia.
“Ke mana lagi aku akan akan mengadu, suamiku sudah tidak ada. Tangkap mereka (pelaku) dan hukum dengan seberat-beratnya,” kata Trisnawati sembari menghapus air mata yang terlihat membasahi pipinya.
“Dari lokasi, disebut-sebut petugas mengamankan barang bukti satu buah mancis yang digunakan untuk membakar korban, sebuah ember plastik warna hitam yang digunakan untuk menyiram korban menggunakan bensin. Jenazah korban juga telah dibawa ke rumah sakit dr Djoelham Binjai, untuk dilakukan otopsi,” ucapannya.

Kasus ini sendiri tengah ditangani pihak kepolisian Polres Binjai. “Untuk para pelaku masih dalam pengejaran dan pendalaman. Beberapa saksi sudah kita mintai keterangan,” tegas Kasubag Humas Polres Binjai Iptu Junaidi.(wandi)