Gara-gara Kaki Kena Bola Billiard, Bocah 12 Tahun Dianiaya Pria 62 Tahun

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 18:31 WIB

Tebing Tinggi, MPOL : Polres Tebingtinggi akhirnya menahan ‘SP’ alias ‘OJ’ (62) warga Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai diduga pelaku penganiayaan terhadap ‘DS’ (12) anak dibawah umur disalah satu lokasi Billiard.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol S.IK didampingi Kasat Reskrim dan Kasubbag Humas saat Pers Release, Sabtu (24/10/2020) di Mapolres mengatakan, bahwa saat ini diduga pelaku kita tahan terkait pemukulan yang terjadi disalahsatu lokasi Billiard.

Kapolres menerangkan, kejadian berawal pada Rabu (21/10/2020), korban datang ke tempat permainan Bilyard di Kecamatan Bandar Khalifah Sergai. Tak lama kemudian pelaku datang dan bermain Bilyard. Setelah bermain 1 set, pelaku berhenti dan korban mencoba bermain dengan menyodok bola, tanpa disengaja bola Billiard yang disodok korban keluar dari meja dan mengenai tangan kanan pelaku.

Pelaku bertanya kepada korban ‘kenapa kau lempar opung’, lalu dijawab korban ‘aku tidak sengaja pung’. Lalu pelaku berkata ‘masa kau tidak sengaja melempar opung’, seketika itu pelaku langsung emosi dan mendekati korban.

Korban sempat menghindari pelaku namun baju korban langsung ditarik pelaku dan meninju wajah korban berulang kali, korban langsung menangis kesakitan.

Tak lama kemudian ibu kandung korban ‘S’ datang dan menanyakan kepada pelaku mengapa anaknya dipukuli. Pelaku semakin emosi dan masih memegangi korban, pelaku mendekati ibu korban dan langsung melakukan penganiayaan dengan memukul wajah ibu korban dengan tangan kiri,” kata Kapolres.

Kapolres membenarkan kejadian itu sempat viral yang disebar melalui media sosial (medsos). Ibu kandung korban membuat laporan polisi pada tanggal (22/10/2020). Pelaku ditangkap dirumahnya pada hari Jumat (23/10/2020).

“Polres Tebingtinggi melalui Unit PPA dan Satreskrim akan menjerat yang diduga pelaku dengan 2 pasal yakni Pasal 80 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 3 tahun 6 bulan penjara dan Penganiayaan Pasal 351 ayat (1), (4) KUHPidana dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara, ujar Kapolres AKBP James Hutagaol.  (*)