Ekspos Narkoba Marak, Wartawan Labuhanbatu Nyaris Jadi Amuk Preman

Selasa, 24 Januari 2023 | 18:44 WIB

 

Labuhanbatu, MPOL – Untuk kesekian kalinya, profesi wartawan menjadi sasaran ‘Preman’ yang menjadi tameng bandar Narkoba akibat fokus pemberitaan peredaran narkotika yang marak. Kali ini tengah terjadi di Wilayah Pantai Kabupaten Labuhanbatu.

Adalah Nasruddin Nasution, salah seorang wartawan Media Online yang gencar mempublikasikan terkait maraknya peredaran narkoba di daerah pantai Kabupaten setempat.

“Ancaman pertama lewat telepon Pak, saya ditanya siapa yang menyuruh saya memberitakan soal marak narkoba di desa itu,” kata Nasaruddin, Selasa (23/01).

Lanjut dia, kemudian si penelepon memerintahkannya untuk menghapus berita dimaksud dengan nada mengancam.

“Jangan maju kali kau, habis nanti kau kami buat!, Kau hapus beritamu itu ! “sebutnya menirukan ucapan si penelepon itu kepadanya.

Disinggung apakah Nasruddin mengenal seseorang dari seberang telepon tersebut? Dia mengaku tidak mengenalnya meskipun dirinya telah berkomunikasi dan mempertanyakan identitas si penelepon.

Lebih nyaris lagi, Nasruddin juga pernah hampir dikeroyok sejumlah preman ketika dirinya hendak melintas dari Desa tempat kediamannya.

“Kemarin, saat kami melintas di Dusun sebelah bersama saudara sepupu, sekelompok pemuda terlihat dan langsung berteriak kepada sesama rekannya mengajak untuk mengeroyok saya. Hanya saja, ada seseorang yang mencoba menahan dan aksi itu tidak terjadi, karena kami berdua sehingga ada saksi nantinya apabila penganiayaan terjadi,” ungkapnya.

Ditanya apakah ia mengenal sosok orang yang memberikan instruksi untuk memukuli dirinya, Nasaruddin mengaku kenal wajah tetapi tidak tahu namanya.

“Yang jelas saat ini saya merasa terancam pak, dan saya mohon dukungan kawan- kawan wartawan untuk mempublikasinya. Dalam waktu dekat ini akan saya buat laporannya ke pihak Kepolisian,” bilangnya.

Terpisah, Ketua PAC Ikatan Pemuda Karya ( IPK) Kecamatan Panai Tengah, Nuriadi, menyatakan sangat kecewa dengan sikap arogansi sejumlah orang tersebut. Pihaknyapun serta merta memberikan dukungan moral terhadap wartawan.

“Kami siap turun tangan jika ada aksi kekerasan terhadap Nasaruddin. Pemberitaan yang dibuat oleh Nasaruddin sangat saya dukung, karena itu fakta. Resah masyarakat gara – gara maraknya narkoba, pencurian pun meningkat,” ujar Nuriadi.

Ditegaskannya lagi, peredaran narkoba bukan hanya di Desa Bagan Bilah, tetapi di semua Desa yang ada di Kecamatan Panai Tengah.

“Kalau ada aksi kekerasan terhadap wartawan yang memberitakan soal maraknya narkoba, kita siap turun tangan. Apalagi Nasaruddin juga anggota IPK, tidak akan kita biarkan jika dia diusik soal pemberitaan tentang narkoba,”ucapnya tegas.

Disisi lain, Sekretaris Persatuan Aktivis Wartawan Pantai Timur-( PAWAPATI) Andi Tuah, meminta Kapolsek Panai Tengah Kompol Rusdi Koto SH, lebih eksis menjalankan tupoksinya memberantas narkoba di wilayah itu.**