Duduk di Rel Sambil Pakai Handsat, Pauri Manullang Tewas Dihantam Ular Besi

Senin, 3 Februari 2020 | 15:25 WIB

Medanposonline.com – Pauri Sundiro Manullang (28) seorang buruh pabrik ditabrak dan terseret Kereta Api Sri Lelawangsa U80 jurusan Medan – Binjai di Jalan Bersama Gang Sawah Desa Mulio Rejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Minggu (2/2) malam sekira pukul 19.30 Wib.

Saat kejadian pria warga Km 11 Silumboyah Desa Silumboyah Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi, itu diduga tidak mendengar suara klakson “Ular Besi” (datangnya kereta api) itu, lantaran sedang asik duduk-duduk di rel perlintasan kereta api sambil mendengarkan musik menggunakan handset,

Korban mengalami luka luka disekujur tubuhnya dan sempat dibawa dan dirujuk ke 3 rumah sakit. Namun akhirnya pada Senin (3/2) pagi, sekira pukul 06.00 Wib, pria malang itu menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Bina Kasih Medan.

Pihak Unit Lantas Polsek Sunggal menjelaskan, pada awalnya korban sedang asik duduk duduk di rel perlintasan kerera api sambil mendengarkan musik dari HP miliknya sembari menggunakan handset, di perlintasan kereta api lokasi kejadian.

Lalu korban yang pada saat itu tidak mendengar dan tidak menyadari datangnya kereta api Sri Lelawangsa U80 jurusan Medan-Binjai yang datang dari arah Timur (Medan) hendak menuju ke arah Barat (Binjai), sehingga akhirnya, korban pun langsung dihantam kereta api dan harus terseret sejauh 5 meter.

Semtara warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian yang melihat dan mengetahui hal tersebut, langsung berhamburan keluar dari rumahnya masing masing dan segera mengerubungi korban guna melihat kondisi korban, lalu warga pun segera menghubungi pihak unit Lantas Polsek Sunggal.

Bripka P Tarigas yang merupakan anggota Unit Lantas Polsek Sunggal yang saat itu sedang piket yang saat itu mendapatkan informasi hal tersebut, langsung mendatangi TKP guna mengecek dan mengamankan lokasi kejadian. Bripka P Tarigan yang saat itu mengetahui korban masih hidup, sehingga korban pun segera dilarikan ke rumah sakit Full Bethesda guna mendapat pertolongan medis.

Namun lantaran rumah sakit Full Bethesda merasa tidak sanggup menangani dan menolong korban, sehingga korban pun harus di rujuk ke RS Sundari Medan. Sesampainya di rumah sakit Sundari Medan, pihak rumah sakit SundaribMedan pun tidak sanggup, hingga akhirnya korban pun harus di rujuk kembali ke RS Bina Kasih Medan, guna mendapatkan pertolongan medis.

Singkat cerita, setelah sekian jam korban mendapat perawatan medis di rumah sakit Bina Kasih Medan setelah kejadian, lalu pada hari Senin (3/2) pagi, sekitar Pukul 06.00 Wib, korban pun menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit Bina Kasih Medan.

Kanit Lantas Polsek Sunggal Iptu Sahri Ramadhan saat dikomfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut, ” Korban yang ditabrak kereta api tadi Minggu (2/2) malam, akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya di RS Bina Bina Kasih Medan pada hari Senin (3/2) pagi, sekitar Pukul 06.00 wib. Saat ini, jasad korban sudah dibawa keluarganya ke kampung halamannya di Dairi untuk dikebumikan. ” ujar Iptu Sahri Ramadhan. Senin (3/2) siang. (Sun)