DPW FSPMI Sesalkan Aksi Arogan Oknum Kanit Binmas Polsek Hamparan Perak Saat Demo Buruh

Sabtu, 27 Februari 2021 | 17:11 WIB

Hamparan Perak, MPOL: Aksi oknum Kanit Binmas Polsek Hamparan Perak Iptu M, nyaris mencoreng nama institusi kepolisian yang kini dipimpin Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

Pasalnya, oknum berseragam coklat dan berpangkat perwira polisi itu ditunding melakukan intimidasi dan aksi arogan dengan cara memamerkan pistol saat menghadapi aksi demo Buruh/Pekerja PT. Rezeky Fajar Andalan (RFA) di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Jumat (26/2/2021) kemarin.

Awalnya para pekerja itu  berorasi depan gerbang perusahaan membawa poster-poster tuntutan agar Sdr. Riki dan Sdr. Heri Irawan (rekan pekerja-red), dipekerjakan kembali.

Disebutkan, rekan para pekerja (buruh) yang di PHK sepihak karena mereka mendaftarkan organisasi buruh mereka di PT. RFA di daftarkan di Dinas Ketenagakerjaan KabupatenDeli Serdang.

Menanggapi aksi sok jago oknum penegak hukum tersebut, mendapat reaksi dan tanggapan dari Sekretaris DPW FSPMI – KSPI Prov. Sumatera Utara, Tony Rickson Silalahi.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Sabtu (27/2/2021) menyebutkan, pimpinan PT. RFA melakukan PHK sepihak kepada  Sdr. Riki, Sdr. Heri Irawan dan Sdr. Azwir yang merupakan Ketua, Sekretaris dan Bendahara terpilih di PUK SPAI FSPMI di PT. RFA.

“Kita duga kebijakan PHK sepihak ini bertujuan untuk memberangus keberadaan PUK SPAI FSPMI di PT. RFA  dengan melakukan PHK terhadap pimpinan organisasinya,” ungkap Tony Rickson.

Katanya, disela-sela aksi pekerja tiba-tiba salah seorang oknum polisi Iptu M, mendatangi pengunjuk rasa. Bak koboi, oknum polisi tersebut lalu mencabut pistol dari sarungnya dan terus mengintimidasi buruh dengan mengacungkan pistol ke atas.

Sebelum mengeluarkan senjata api tambah Tony,  oknum tersebut sempat mengatakan pada buruh yang menggelar aksi, memberikan waktu hingga dua jam untuk mereka berunding.

“Tidak beberapa lama kemudian, oknum polisi tersebut mendatangi, para pekerja buruh dan menyatakan kalian jangan di depan pintu perusahaan, nanti dapat mengundang atau mempengaruhi orang lain,” kata Toni menirukan ucapan oknum polisi tersebut.

Karena para pekerja tidak mau berpindah, lanjut Toni, oknum polisi tersebut marah-marah, dan sejurus kemudian mengacungkan senjata api.

“Oknum polisi itu mengarahkan pistolnya kepada buruh dan menendangi makanan dan minuman milik para buruh,” katanya.

Tak sampai disitu, oknum tersebut juga mengancam,”Kalau kalian tidak segera bubar, kuangkut kalian ke Polsek Hamparanperak,” ancam oknum polisi tadi seperti yang ditirukan Toni.

Akibat intimidasi ini, sambung Toni para pekerja/buruh yang melakukan aksi mogok kerja dengan terpaksa membubarkan diri. Para pekerja yang melakukan aksi mogok kerja kabarnya kini terancam di-PHK secara sepihak.

“Atas intimidasi ini, kami DPW FSPMI – KSPI Sumut langsung mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden, Kapolri, Gubernur Sumut dan Kapolda Sumut yang berisi kecaman terhadap tindakan ini dan meminta perlindungan kebebasan untuk berserikat buruh.

“Kami mengecam keras tindakan oknum polisi tersebut dan meminta Kapolri c/q Kapolda Sumut agar memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum polisi tersebut,” harap Toni.

Terpisah Kapolsekta Hamparan Perak, Kompol Edward Simamora yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsaap mengatakan, senpi (senjata api), milik perwira polisi tersebut sudah dicabut dan selanjutnya diarahkan ke Polres Pelabuhan Belawan untuk diambil keterangannya oleh Unit Provost Polres Pelabuhan Belawan,” ucapnta. (*)