Warga Sebut Doni Malay Perobek Al-Quran di Medan Bekas Pecandu Narkoba dan Stress

Jumat, 14 Februari 2020 | 15:01 WIB

Medan (medanposonline.com) – Ada warga Jalan Utama Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, khususnya yang biasa mangkal di TST Ayang dan Pos Ronda dekat bok (parit besar) menyebut Dony Malay (44) diketahui mengalami stress.

Menurut seorang warga bernama Budi (50), pria yang ditangkap warga dan diserahkan ke polisi karena kedapatan merobek lembaran kitab suci Alquran itu, stress sejak orangtuanya meninggal dunia.

Selain itu kata Budi, Doni itu bekas pecandu narkoba. “Dulunya dia itu tinggal di Jalan Utama Gang Sulung. Kerjanya makan kurtak aja (pil rohipnol) dan ngisap daun ganja sehingga dirinya ketergangan narkoba,” ujarnya.

“Tidak berapa lama, dia dan keluarganya pindah ke Tembung dan kita disini tidak tau lagi perkembangannya. Tiba-tiba saya baca di salah satu media ditangkap polisi karena merobek Al-Quran,” tambah Budi.

“Kalau dites kejiwaannya ada kemungkinan dia mengalami gangguan jiwa atau stress. Kami warga di sini mau menjadi saksi kalau dia itu ada kurang-kurangnya. Kalau orang Minang menyebutnya, dia itu ada bele-belenya (gìla-gilanya),” timpal Avril warga setempat.

Seperti diberitakan,  Doni Malay diamankan warga dan polisi karena menyobek dan membuang sobekan lembaran Al-Qur’an di Jalan SM Raja Medan. Sebelum membuang, pelaku diketahui sempat salat di Masjid Raya Al-Mashun, Medan.

“Sesuai dengan rekaman digital security (CCTV). Tersangka terlihat salat di Masjid Raya Al-Mashun. Setelah itu, dia mengambil Al-Qur’an di almari lalu dibawa keluar ke arah kamar mandi. Di kamar mandi lambaran kitab suci itu dirobek dan dimasukkan ke kantongnya,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir saat ekspose kasus , Kamis (13/2/20).

Setelah lembaran Al-Qur’an dimasukkan ke kantongnya, tersangka lalu ke luar masjid menyeberang jalan. Selanjutnya, pelaku menaburkan lembaran-lembaran Al-Qur’an itu tepat di depan Hotel Sri Intan yang lokasinya tak jauh dari kawasan masjid.

Atas aksinya itu, petugas bersama warga berhasil menangkap tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Raya Al-Mashun Medan Ulumuddin Sirait mengatakan dirinya memang pernah melihat tersangka berada di masjid tersebut.

“Memang anak ini pernah saya lihat dia ke masjid. Namanya orang ibadah kan nggak boleh melarang. Namun, ketika jemaah mulai pulang, nah dia ambil Al-Qur’an. Kita sangka dia baca Al-Qur’an, rupanya entah apa yang merasuki jiwanya, malah dirobek-robek,” sebut Ulumuddin.(Isu)