Dituduh Maling dan Ditodong Senpi, Tukang Las Digimbali Oknum Polisi

Senin, 21 September 2020 | 16:55 WIB

Medan, MPOL: Aksi barbar dan arogan kembali dilakukan oknum Polri. Kali ini, aksi ala preman itu ditujukan seorang oknum Polri yang bertugas di Polres Binjai berpangkat Brigadir berinisial SCP.

Karena tanpa alasan yang jelas, SCP menganiaya Samsudin (37) warga Dusun 13, Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang yang terjadi Minggu (20/9/2020) sore.

Samsudin yang bekerja di bengkel las ini dituduh SCP sebagai pelaku pencurian. Bukan itu saja, Samsudin juga ditodong SCP pakai senjata api (senpi) agar Samsudin mengaku sebagai komplotan maling.

Lalu, Samsudin mengeluhkan nasibnya kepada wartawan Polrestabes Medan. Awal penganiayaan dirinya kata Samsudin, terjadi sekitar pukul 16.00 Wib korban berdiri pas di depan salah satu rumah warga di Desa Muliorejo. “Saat bersamaan di dalam rumah itu ada seorang lelaku pencurian,” ujar korban.

Oknum polisi itu kata Samsudin melihat seorang pelaku pencurian kabur dari dalam rumah. ,”Kebetulan saya berdiri di depan rumah itu. Jadi saya dituduh oknum polisi itu sebagai komplotan pencurian,” sebut Samsudin di Press Room (Ruang Wartawan) Polrestabes Medan, Senin (21/9/2020)sore.

Usai dituduh sebagai pencuri, oknum polisi itu menganiaya dirinya. Bahkan  SCP menodongkan senpi dua kali agar saya mengaku sebagai komplotan pencurian.

“Awalnya warga enggak berani ikut menganiaya. Tapi karena di provokasi SCP, akhirnya warga ikut menganiaya saya. Bibir pecah, dada memar, bagian bawah mata juga memar,” kata Samsudin.

“Saya sudah datang ke LBH Medan. Setelah itu kesini (Polrestabes Medan). Polrestabes Medan sarankan saya buat laporan ke Polsek Sunggal. Kalau enggak direspon juga saya lapor ke Propam Polda Sumut,” ujarnya lagi.

Akibat penganiayaan itu, Samsudin untuk sementara tak bisa mencari nafkah. Ia pun berharap pelanggaran HAM yang dialaminya dapat segera dituntaskan  pihak kepolisian. (*)