Diduga Soal Hutang Piutang, Hendra Dianiaya Hingga Meregang Nyawa

Rabu, 27 Januari 2021 | 17:50 WIB

Percut, MPOL: Polsek Percut Seituan mengungkap kasus pembunuhan dengan meringkus seorang tersangkanya di kawasan Percut Seituan belum lama ini.

Tersangkanya Rusdianto alias Bosok (34) warga Jalan Pusaka Pasar XIII, Tanah Garapan Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan.

Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Percut Seituan, AKP Ricky Pripurna Atmaja dalam keterangannya kepada wartawan Rabu (27/1/21) mengatakan tersangka diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Percut Seituan usai menganiaya korban hingga tewas dengan cara memasukkan korban dalam kolam.

“Tersangka nekat menghabisi korban Hendra Syahputra dengan cara membenamkan korban ke dalam kolam hingga tewas di salah satu kolam di Jalan Pusaka Pasar XIII Tanah Garapan Desa Kolam Kec Percut Sei Tuan,” ujarnya.

Dijelaskan mantan Kapolres Mandailing Natal (Madina) ini aksi penganiayaan yang dilakukan tersangka hingga korbannya tewas bermula korban dan tersangka perang mulut diduga masalah hutang piutang, Senin (4/1/21) siang lalu.

Dua tersangka terlibat kasus penganiayaan dan penyiraman air keras.(Isù)

Keributan tersebut kata Waka Polres dilihat seorang saksi warga setempat yang mengatakan bahwa ia melihat pelaku dan korban ribut di lokasi. Tak lama kemudian tersangka mendorong tersangka ke dalam kolam dan membenamkan korban hingga tewas.

Melihat korban tak bernyawa, tersangka bergegas pergi meningalkan korban di dalam kolam.

Melihat korban tenggelam di kolam, saksi bersama ayahnya Zulham Efendi mengangkat korban dari dalam kolam dan membaringkanya ke bangku panjang. Namun korban sudah meninggal dunia.

Mengetahui korban tak bernyawa lagi, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Seituan. “Tak lama, petugas datang melakukan penyelidikan dan meringkus tersangka tidak jauh dari rumah tersangka,” ungkap Irsan Sinuhaji.

“Tersangka dijerat pasal 338 dan atau 351 ayat (3) KUHP dengan menghilangkan nyawa orang lain dengan cara penganiayaan dengan ancaman diatas 7 tahun penjara,” papar AKBP Irsan Sinuhaji.

Sementara itu Kapolsek Percut, AKP Ricky Pripurna Atmaja menambahkan selain memaparkan kasus penganiayaan hingga korbannya tewas,”Kita (Polsek Percut Seituan) juga mengekspose kasus penyiraman air keras dengan meringkus dua tersangkanya,” ujar mantan Kanit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan ini menambahkan. (*)