Diduga Rebutan Lahan Bangunan, Dua Kelompok Pemuda Betrok, 3 Orang Terluka Kena Panah Beracun

Sabtu, 6 Maret 2021 | 00:59 WIB

Percut, MPOL: Dua kelompok massa yang disebut-sebut dari organisasi kepemudaan (OKP) berbeda bentrok karena dipicu rebutan bangunan di Jalan Datuk Kabu Pasar III, Gang Bhinneka Tunggal Ika, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (5/3/2021) malam.

Akibat bentrok dengan mengunakan berbagai senjata tajam (sajam), tiga orang mengalami luka terkena panah beracun. Dua diantara korban masih mendapat perawatan di RS Citra Medika kawasan Percut Seituan.

Informasi didapat mengatakan bentrok bermula dari kedua kelompok massa pemuda ini saling klim atas pengerjaan 48 unit bangunan.

Lantas, kedua kelompok massa ini cekcok mulut hingga berujung bentrok dan saling serang mengunakan sajam diantaranya mengunakan panah beracun.

“Awal mula cekcok mulut dari jam empat sore tadi sampai malam. Keduanya cekcok mulut lantaran lahan bangunan dijual oleh salah satu kelompok massa. Akibat dari cekcok itu terjadi bentrok dan tiga orang terluka terkena anak panah beracun dan kini telah dibawa ke RS Citra Medika,” ujar seorang warga yang ikut mengantar korban ke RS Citra Medica.

Aksi bentrok tersebut membuat warga menjadi panik dan lebih memilih pulang ke rumah karena takut menjadi korban.

Tidak berapa lama sejumlah personel Polsek Percut Sei Tuan, yang mendapatkan informasi adanya bentrok bergegas ke lokasi.

Namun kedua kelompok massa yang bentrok sudah membubarkan diri. Lalu, polisi melakukan penyisiran di lokasi bentrok dan menemukan sejumlah barang bukti belasan panah beracun.

Tidak berapa lama, perwakilan dari kedua kelompok massa yang bertikai dibawa ke Polsek Percut Seituan untuk dilakukan mediasi. Selain itu, sejumlah barang bukti panah beracun ikut dibawa.

Pantauan wartawan, hingga berita ini di upload kedua belah pihak yang bertikai masih berada di Mapolsek Percut Sei Tuan untuk dilakukan mediasi. Disamping itu, belum ada keterangan resmi dari Kapolsek dan PJU Polsek Percut Sei Tuan. (*)