Diduga Peras Mandor Proyek, 3 Ketua Ormas dan OKP di Binjai Ditangkap Bersama 8 Anggotanya

Binjai, MPOL.com: Polres Binjai menangkap tiga ketua Ormas dan OKP di Binjai yang diduga melakukan pemerasan terhadap mandor proyek. Selain ke tiga oknum ketua itu, 8 orang anggotanya turut diamankan.

Dalam proses penangkapan sempat terjadi perlawanan bahkan polisi terpaksa melepaskan tembakan karena para ketua OKP dan Ormas itu menurunkan massanya ke TKP.

Situasi terlihat mencekam tatkala aparat keamanan mensweeping lokasi kejadian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Peristiwa itu terjadi, Selasa (19/5/2020) malam di Jl. Gatot Subroto, Kel. Bandar Senembah, Kec. Binjai Barat.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Tatan Dirsan Armaja ketika dikonfirmasi Medan Pos membenarkan kejadian tersebut. Polisi sempat melepaskan tembakan untuk mengamankan para tersangka di lokasi kejadian Jl. Gatot Subroto, Kel. Bandar Sinembah, Kec. Binjai Barat.

“Motifnya diduga pemerasan terhadap mandor proyek, sebagaimana dimaksud Pasal 368 KUHPidana,” kata Tatan.

Disebutkan Tatan, korbannya adalah Muklis Adi Putra (37) mandor proyek warga Jl. Seibusalam, Kec. Babul Makmur, Kab. Aceh Tenggara. Sedangkan tersangkanya yakni, Riduan (51) (Ketua Pemuda Pancasila Ranting Binjai Barat) warga Jl. Kelapa, Kel. Suka Maju, Kec. Binjai Barat yang diduga menerima uang Rp. 2,5 juta dilengkapi dengan kwitansi.

Kemudian, Iwan Darno (41) (Ketua KNPI Kota Binjai) warga Jl. Gunung Agung, Kel. Binjai Estate, Kec. Binjai Selatan (menerima uang  Rp. 2,5 juta dilengkapi dengan kwitansi namun setelah menerima uang dititipkan kepada saudara Arpad (DPO).

Lalu, Aman Nasution (37) selaku Plt Ketua Rayon FKPPI warga Jl. Perum Alun Permai, Kel. Payaroba, Kec. Binjai Barat (menerima uang Rp. 2,5 juta dilengkapi dengan kwitansi). Selanjutnya, Poniran alias Mentek (42) (Wakil Ketua Pemuda Pancasila Ranting Binjai Barat) warga Jl. Kelapa Lk. IV, Kel. Suka Maju Kec. Binjai Barat, (menerima uang sebanyak Rp. 2,5 juta dilengkapi  kwitansi), Zulfikar (53) warga Jl. Sekop Lk. V Kel. Cengkeh Turi, Kec. Binjai Utara (saksi d TKP/ anggota FKPPI Ranting Binjai Barat)

Kemudian, M. Zein (39) warga Jl. Ahmad Yani, Kel. Kartini, Kec. Binjai Kota (saksi d TKP/ anggota Pemuda Pancasila Ranting Binjai Barat), Omes (41) warga Jl. Perumnas Griya, Kel. Payaroba, Kec. Binjai Barat (saksi d TKP/ anggota Pemuda Pancasila Ranting Binjai Barat), Agus Budiarto (52) warga Jl. Gatot Subroto, Kel. Bandar Senembah, Kec. Binjai Barat (saksi d TKP/ anggota Pemuda Pancasila Ranting Binjai Barat).

Arif Mulya (49) warga Jl. Perumnad Alun Permai, Kel. Payaroba, Kec. Binjai Barat (saksi d TKP/ anggota Pemuda Pancasila ranting Binjai Barat), Markus Simare-mare(38) warga Jl. Pekan Binjai, Kec. Binjai Kota (saksi d TKP / anggota Pemuda Pancasila Ranting Binjai Jota) dan Gunawan Sandi (23) warga Jl. Durian, Kel. Limau Sundai, Kec. Binjai Barat (saksi d TKP/ anggota Pemuda Pancasila ranting Binjai Kota).

Dari mereka polisi menyita barang bukti berupa uang sebanyak Rp. 7,5 juta dan 1 bundel kwitansi.

Juru bicara Poldasu itu menjelaskan, awalnya Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama mendapat informasi dari masyarakat  bahwa telah terjadi tindak pidana pemerasan oleh oknum OKP terhadap kontraktor proyek penahan Sungai di Jl. Gatot Subroto, Kel. Bandar Senembah, Kec. Binjai Barat.

Kemudian, Kasat Reskrim memerintahkan anggotanya ke TKP dan benar saja terjadi pemerasan yang dilakukan oleh oknum OKP Kota Binjai di lokasi TKP tersebut dan mengamankan 11 orang.

“Para terduga tersangka masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres Binjai,” kata Kabid Humas Poldasu, Kombes Tatan Dirsan Atmaja. *