Bongkar Toko Ponsel, Kaki Resedivis Ikhsan Diterjang Timah Panas

Jumat, 7 Februari 2020 | 13:06 WIB
Medanposonline.com – Walau pun sudah pernah ditangkap Polisi dan sudah pernah dihukum selama 18 bulan penjara pada 2018 lalu, ternyata tidak membuat pria yang satu ini tobat dan jera untuk tidak mengulangi perbuatan (mencuri).
Malah tetap mengulangi perbuatannya melakukan aksi pencurian, alhasil kaki sebelah kanan Ikhsan Kurnia (24) warga Jalan Teratai Gang Pipa Tengah No. 2 Kecamatan Medan Polonia ini terpaksa  diterjang timah panas milik petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru. Ikhsan nekat membobol Toko Ponsel Laris yang berada di Jalan Mawar Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Polonia milik Muliadi (32) warga Jalan Sunggal Gang Bakul Lingkungan 11 Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal. Rabu (5/2) malam.
Aksi pencurian itu terjadi pada hari Sabtu (11/1) lalu, sekitar pukul 24.00 Wib. Sebelumnya, saksi M Fadly salah seorang karyawan keluar dari Toko Ponsel Laris untuk mendatangi cabang Toko Ponsel lainnya dengan posisi pintu toko dalam tertutup dan digembok. Beberapa waktu kemudian ketika berada di cabang Toko Ponsel lainnya, M Fadly mencoba memeriksa toko tempatnya bekerja, dengan cara melihat CCTV dari Handphonenya. Namun saat melihat CCTV itu, M Fadly terkejut sebab pintu toko yang sebelumnya dalam keadaan tertutup dan tergembok sudah terbuka.
Mengetahui hal itu,  M Fadly langsung kembali ke Toko Ponsel Laris untuk mengecek. Setibanya di toko Fadly melihat pintu toko terbuka dan posisi gembok pintu tergeletak dilantai dalam keadaan rusak. M Fadly segera masuk ke dalam toko dan melihat steling pada berantakan serta beberapa unit Hp Android seperti 1 Unit Hp ViVo S1 Pro, 1 Unit Hp ViVo Y12, 4 Unit Hp Xioami Redmi Not8, 1 Unit Hp Xioami Mi Play, Uang tunai kurang lebih Rp 6.000.000 dan beberapa unit Hp kecil merk Mito, Ichery dan Advan sudah pada hilang dicuri.
Fadly pun segera menghubungi pemilik toko bernama Muliadi untuk memberitahukan kejadian itu.  Selanjutnya Muliadi dan M Fadly segera memutar rekaman kamera CCTV terlihat 2 orang laki laki masuk ke toko dan melakukan pencurian. Setelah diperiksa secara seksama, ternyata M Fadly mengenal salah 1 dari kedua pelaku yang diketahui bernama Ikhsan yang kerap berada di sekitaran Lingkungan Sari Rejo, dimana tempat Toko Ponsel yang dibobol.
Merasa dirugikan, Muliadi ditemani M Fadly mendatangi Mapolsek Medan Baru guna melaporkan kejadian pencurian dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 56 / I /2010 / Polsek Medan Baru, tanggal 11 Januari 2020. Petugas Reskrim Polsek Medan Baru yang mendapat laporan segera melakukan pengecekan dan penyelidikan lebih lanjut.
Beberapa hari setelah korban membuat laporan polisi, akhirnya petugas Reskrim berhasil menangkap salah seorang pelaku yang terekam CCTV diketahui bernama Rio Amanda (34) warga Jalan Cempaka Gang Kurnia No. 7 Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia dari kediamannya. Saat ini Rio Amanda masih dalam proses penyidikan.
Singkat cerita, Rabu (5/2) malam, Ikhsan Kurnia pun berhasil ditangkap unit Reskrim Polsek Medan Baru yang dibantu pihak Tim POM AU Lanut Swondo dari kediaman pelaku. Namun pada saat dilakukan pengembangan guna mencari barang bukti (tempat dimana pelaku menjual barang hasil curian), Ikhsan mencoba melawan dan mencoba kabur hingga akhirnya petugas terpaksa menembak kaki sebelah kanan, setelah sebelumnya petugas memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 3 kali. Selanjutnya Ikhsan dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat pertolongan medis
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasa H Tobing saat dikomfirmasi, membenarkan penangkapan tersebut. “Saat ini, tersangka pembongkar Toko Ponsel Laris, Ikhsan sudah kita amankan di Mako. Tersangka kita amankan tadi malam dan tterpaksa kita lumpuhkan, lantaran mencoba melawan dan mencoba melarikan diri saat kita lakukan pengembangan. Sedang tersangka lainnya Rio Amanda, sudah kita tangkap terlebih dahulu, selang beberapa hari korban membuat laporan,” kata Kompol Martuasa H Tobing.
Kapolsek Medan Baru menambahkan, setelah kita lakukan pemeriksaan, ternyata tersangka Ikhsan sudah pernah kita tangkap dan pernah menjalani hukuman (divonis) selama 18 bulan penjara pada 2018 sampai tahun 2019 lalu. Jadi tersangka Ikhsan merupakan Residivis kambuhan, dengan kasus sama, pencurian.  pungkas Kompol Martuasa H Tobing. (Sun)