Bobol Gereja, Kaki Angga Jebol Dipelor Polisi

Senin, 4 Mei 2020 | 17:39 WIB

Patumbak, MPOl.com: Seorang pelaku pembobolan gereja, Angga (25) warga Jl. Pendidikan Gg. Rajeki, Desa Marindal ll, Kec. Patumbak, diringkus Tekab Polsek Patumbak. Tak hanya itu, kaki kiri tersangka yang merupakan buruh bangunan ini juga jebol setelah dipelor polisi.

“Tersangka kita tangkap di kawasan Jl. Balai Desa, Desa Marindal ll, Kec. Patumbak, Kamis (30/4/2020) lalu,” kata Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza melalui Kanit Reskrim, Iptu Gindo Manurung, Senin (04/05/2020) sore.

Dijelaskannya, penangkapan terhadap tersangka bermula dari laporan korbannya, Asrin Bakara (32), warga Jl. Pendidikan Gg. Gereja, Desa Marindal ll, Kec. Patumbak, dengan Nomor: LP/280/IV/2020/SU/Restabes/Sek Patumbak, tanggal 29 April 2020.

Saat itu, korban yang baru pulang dari Jl. Pertahanan Patumbak, Gg. Amal Dusun ll, Desa Patumbak Kampung, Kec. Patumbak, terkejut melihat kondisi gereja berantakan dan barang di dalam gereja sudah hilang.

‬”Saat aksi pencurian terjadi, korban pergi ke desa sebelah sebentar, lalu pulang. Diduga pelaku sudah mengintai keadaan. Tersangka yang tahu gereja dalam keadaan kosong, langsung saja dengan cepat masuk ke dalam melalui pintu belakang gereja dan mengambil barang-barang yang ada didalam gereja,” ucapnya.

Dikatakan Gindo, usai mendapat laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan penyelidikan di lapangan dan berhasil mengungkap siapa tersangkanya. Dengan gerak cepat petugas meringkus tersangka di lokasi persembunyian di Jl. Balai Desa, Pasar XII. Namun saat ditangkap, tersangka melawan dan mencoba kabur sehingga petugas menemnak kaki kiri tersangka.

‬Dari tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa 1 unit keyboard merk Yamaha PSR S970, 1 unit pompa air dan sebuah gergaji besi berbentuk pisau yang semuanya dicuri tersangka dari dalam gereja, namun belum sempat dijual.

‬”Jika ditotal, korban mengalami kerugian sekitar Rp. 20 juta. Tersangka kita jerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya. *