BNN Ungkap Penyelundupan 20 Kg Sabu dan 10 Ribu Pil Ekstasi, 3 Tersangka Diiamankan 1 Pecatan Polisi

Kamis, 3 Desember 2020 | 15:45 WIB

Medan, MPOL: Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi.

Selain meringkus 3 tersangka satu diantaranya pecatan polisi, petugas BNN RI dan BNN Sumut juga menyita sebagai barang bukti berupa 20 Kg sabu dan 10 ribu pil ekstasi. Ketiga tersangka warga asal Riau ini masing-masing berinisial FW (31), BBG (43) dan SFN (38).

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial SH didampingi Kabid Pemberantasan Narkoba Kombes Pol Sempana Sitepu kepada wartawan di Kantor BNN, Kamis (3/12/20) mengatakan terungkapnya penyelundupan narkotika itu berawal November 2020, saat itu Tim BNN mendapat informasi akan ada pengiriman narkoba dari Pekanbaru, Riau menuju ke Medan dengan jalan darat.

Lalu, petugas melakukan penyelidikan. Singkatnya, pada 30 November Tim BNN meringkus ketiganya yakni FW, BBG dan SFN sedang makan di salah satu warung Jalan Lintas Sumatera, tepatnya Perkebunan Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Batubara.

Petugas pun menggeledah mobil Xenia warna silver metalic BK 1123 QH yang dibawa ditumpangi ketiga tersangka.

Hasil penggeledahan sebit Atrial, Tim BNN menemukan 20 Kg sabu dikemas teh merek China dan 10 pil ekstasi warna ungu berbentuk minion yang disimpan di dinding mobil.

Saat diinterogasi, para tersangka mengaku diperintahkan seorang berinisial WW (DPO) untuk mengantar narkoba itu ke Medan. Saat tiba di Medan para tersangka harus menghubungi WW untuk menerima instruksi selanjutnya.

Tersangka juga mengaku jika mereka diperintahkan seorang narapidana Rutan Klas I Pekanbaru, Riau melalui WW untuk mengantar narkoba tersebut.
Jika berhasil membawa ke Medan, para tersangka akan mendapat upah masing-masing Rp 3 juta. Para tersangka berikut barang bukti kemudian digelandang ke Kantor BNNP Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Penyelundupan narkotika ini lanjut Atrial sangat unik, sebab narkotika ini dibawa dari Pekanbaru menuju Medan.”Karena selama ini di Malaysia sedang lockdown, sehingga agak sulit jalur ke Indonesia. Yang agak longgar yakni jalur Penang,” ungkapnya.

Masih dijelaskan Kepala BNNP Sumut, salah seorang tersangka berinisial FW merupakan pecatan polisi yang pernah bertugas Dit Polair Polda Kepri dengan pangkat terakhir Briptu. Tersangka dipecat 2017. FW juga pernah menjadi tersangka di Dumai karena menggunakan narkoba. Sedangkan tersangka SFN salah satu karyawan di Pertamina Riau. (*)