BNN Sumut Gagalkan Pengiriman Narkoba Dalam Kemasan Pisang Sale, 831 Gram Sabu Disita

Selasa, 23 Februari 2021 | 14:00 WIB

Medan, MPOL: Sebanyak 831 Gram sabu yang dikemas dalam paket bungkusan pisang sale diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Selain barang bukti sabu, petugas meringkus seorang pengedarnya Kharul alias Mbah (53) di Pasuruan, Jawa Timur.

Hal itu dibenarkan Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial dalam temu pers di kantor BNNP Sumut, Jalan Williem Iskandar Muda, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (23/2/21).

Atrial mengatakan tersangka Khairul alias Mbah ini mengirimkan sabu dengan modus narkoba dikemas dalam makanan pisang sale kemudian dikirim dari Medan ke Pasuruan Jawa Timur, lewat jasa pengiriman Tiki.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi petugas (kargo) Regulated Agent PT Apollo Bandara Kualanamu, melaporkan kepada kita ada barang yang berisi narkoba,” ujarnya.

Begitu mendapat laporan katanya, personel BNN mendatangi kargo bandara Kualanamu untuk melakukan penyelidikan. “Setelah kita cek ternyata ada bungkusan kargo berisi narkotika jenis methamphetamine (sabu) dengan berat 831 gram,” ujar Atrial.

BNN kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati bahwa barang haram ini akan dikirim ke Pasuruan Jawa Timur lewat jasa pengiriman Tiki.

“Kita koordinasi dengan Tiki ternyata barang ini (pisang sale) sudah beberapa kali dikirim, barang yang serupa,” katanya.

Atrial mengatakan pihaknya lalu melakukan control delivery. “Barang tetap dikirim, kita dampingi sampai Pasuruan,” cetusnya.

Di sana, sambung Atrial, pihaknya berkoordinasi dengan BNNP Jawa Timur, dan menunggu orang yang mengambil barang berisi narkoba tersebut. “Ternyata orang yang mengambilnya pria bernama Khairul alias Mbah, langsung dia kita sergap,” kata Atrial.

Usai diamankan tersangka Khairul beserta barang bukti lalu diboyong ke Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil pemeriksaan sudah tiga kali dilakukan, dia yang mengirimkan dari Medan, dia juga yang menerima disana (Pasuruan). Narkoba ini akan diedarkan di Bali dan Lombok,” ungkap Brigjen Atrial.(*)