Berdalih Sudah Berdamai, Polsek Sidamanik Tangkap Lepas Pelaku Pemerasan, Hp Korban Seharga Rp. 7 Juta Belum Juga Dikembalikan

Rabu, 24 Februari 2021 | 20:02 WIB

Simalungun, MPOL : Setelah ditangkap, seorang pelaku pemerasan berinisial SG (23) warga Kelurahan Sarimatondang, Kecamatan Sidamanik, Simalungun, dilepaskan Polsek Sidamanik Resor Simalungun.

Tangkap lepas yang dilakukan oleh petugas Reskrim Polsek Sidamanik tersebut terungkap setelah pihak korban yang diperas oleh pelaku SG mendatangi Mapolsek Sidamanik, Selasa (23/2/2021).

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, kasus tangkap lepas ini berawal ketika itu, korban DS (15) warga Naga Dolok, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun yang saat itu bersama teman lelakinya AF (16) warga Huta Ebenezer, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun, berekreasi ke Kebun Teh Sidamanik, Simalungun.

Saat itu, Minggu (31/01/2021) sekira pukul 14.00 WIB disekitar Kebun Teh Sidamanik, tiba-tiba korban yang saat itu berdiri di samping sepeda motornya dihampiri pelaku SG dituduh berbuat tidak senonoh. Lalu, korban dengan pelaku bonceng tiga diajak pelaku ke dalam kebun teh. Setibanya di tengah-tengah kebun teh rupanya 2 orang lagi teman pelaku sudah menunggu mereka.

Di perkebunan teh, kedua korban diinterogasi para pelaku. Kemudiam pelaku memaksa korban mengakui perbuatan mesum. Karena takut, korban pun terpaksa mengakuinya dan selanjutnya pelaku meminta uang korban.

Namun, korban tak memberinya karena uang mereka tidak ada. Mendengar itu, pelaku marah dan mengatakan “kalian pikirnya kami (pelaku) ini anji**”, sembari pelaku meminta sepeda motor korban. Disitu korban tak memberi sepeda motornya. Akhirnya, pelaku dengan cara paksa meminta handphone korban.

Karena takutnya, korban pun dengan terpaksa memberi handphone mereka berdua. Setelah berhasil memeras korban, pelaki lalu menyuruh korban pulang.

Berselang 2 hari kejadian tersebut, korban pun membuat pengaduan ke Polsek Sidamanik. Atas laporan korban selanjutnya pihak Polsek Sidamanik menangkap pelaku SG. Setelah sempat ditahan pelaku/tersangka SG pun dilepas oleh pihak Polsek Sidamanik yang dikomandoi oleh AKP E Nababan.

Sementara, menurut korban DS didampingi ibunya Lufi Erni Wati Purba (48) kepada wartawan mengatakan, sampai saat ini barang bukti 1 unit handphone milik yang sempat disita Polsek belum diserahkan kepadanya.

“Handphone ku merk Vivo X50 warna biru silver seharga Rp 7 juta belum kuterima,” ungkap korban kepada petugas Polsek di hadapan wartawan.

Sementara Kapolsek Sidamanik, AKP E Nababan yang dijumpai wartawan dikantornya, Selasa (23/2/2021) tak berada di tempat.

Menurut Kanit Reskrim, Ipda Syahrial Lubis didampingi juper/penyidiknya yang menangani kasus tersebut Aipda Sahat Sinaga mengatakan, tersangka/pelaku SG yang mantan mahasiswa USU Medan itu sempat ditahan dan saat ini sudah dilepas dan kasusnya sudah SP3 dengan alasan kedua belah pihak antara korban dan pelaku sudah berdamai.

Ketika ditanya terkait barang bukti handphone milik korban DS sudah diserahkan kepada pihak perwakilan korban bernama Sri Hawani alias Hawa (37) warga Jalan Serdang, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.

Ketika, wartawan mengkonfirmasi kepada Sri Hawani melalui handponenya, Selasa (23/02/2021) siang, membenarkan bahwa handphone milik korban masih berada di tangannya.

“Untuk menebus handhpone ini harus membayar uang sebesar Rp 1,5 juta tambah uang capeknya karena sudah mengurus kasus ini sampai selesai,” ujar Sri Hawani sembari mengatakan, masalah ini tidak ada hubungan dengan wartawan dan menghardik agar wartawan jangan ikut campur.

Mendengar ucapan Sri Hawani, wartawan mempertanyakan kembali kepada polisi terkait kasus tersebut, masalah urusan menebus barang bukti dimintai uang, pihak Polsek Sidamanik tidak ada meminta uang kepada korban.

“Masalah adanya si Sri Hawani (yang mengurus kasus sampai berdamai) dengan meminta uang kepada korban itu urusannya lah,” ujar Aipda Sahat Sinaga

“Heran juga ya, masakan korban dimintai uang lagi dalam masalah ini, ibarat pepatah sudah jatuh ketimpah tangga pula,” celetuk salah seorang wartawan terheran-heran. *