Ayah Tiri Tega Setubuhi 2 Anak Tirinya

Kamis, 23 Juni 2022 | 21:10 WIB

Taput, MPOL: Kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur kerap terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara. Seminggu yang lalu, ayah tiri hamili putri tirinya.

Sekarang kasus pelecahan seksual terjadi lagi, seorang ayah tiri tega setubuhi dua anak tirinya sekaligus yang masih dibawah umur yang masih berusia 9 dan 10 tahun.

” Tersangka yang berinisial SIF (27) menyetubuhi dua orang anak tirinya yaitu IPS (10) dan YCS (9),” ujar Kapolres Taput AKBP Ronald CP Sipayung melalui Kasi Humas Aiptu Walpon Baringbing membenarkan kepada wartawan seputar informasi yang beredar melalui Medsos.

Benar bahwa kita sudah melakukan penangkapan terhadap tersangka, dimana seorang ayah tiri tega menyetubuhi anak tirinya dua orang yang masih berusia 10 tahun dan 9 tahun.

Penangkapan tersangka dilakukan setelah menerima laporan dari ibu korban MMM, Rabu ( 22/6) pagi dan hari itu juga tersangka langsung kita tangkap.

Ibu korban melaporkan peristiwa tersebut, karena melihat suaminya hendak mau menyetubuhi anaknya di rumah secara tiba-tiba saat masuk ke dalam rumah.

Lalu melakukan konsultasi dengan orang yang paham akan hal tersebut sehingga melaporkannya bersama KPAID Taput dan Dinas Sosial Pemkab Taput ke Polres.

” Setelah tersangka ditangkap, dalam diperiksa mengakui bahwa dirinya sudah menyetubuhi 2 putri tirinya secara bergantian,” tegas Baringbing.

Pertama dilakukannya kepada korban IPS sekitar bulan Nopember 2021 yang lalu. Setelah IPS berapa minggu kemudian kepada korban YCS.

Perbuatan itu dilakukannya, saat ibu kandung tidak di rumah dan membujuk rayu korban serta menyuruh anaknya yang lain main-main di luar rumah.

Demikian juga kepada korban yang kedua semua dengan modus yang sama. Hingga terungkapnya perbuatan tersangka.

” Kepada masing-masing korban, pelaku telah menyetubuhi sebanyak 4 kali masing-masing korban yaitu bulan Nopember 2021, Desember 2021, Mei 2022 dan yang terakhir bulan Juni 2022,” sebutnya.

Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan untuk pengembangan kasus tersebut demi kepentingan proses penyidikan.**