Ayah Biadab di Medan Ditangkap Cabuli 5 Putri Kandungnya, Tersangka Terancam Dikebiri!

Jumat, 19 Februari 2021 | 11:13 WIB

Medan, MPOL : S (38) seorang ayah biadab tak berkutik saat ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan dari rumahnya di Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (18/2/2021). S yang berprofesi sebagai penarik becak bermotor (parbetor) ini ditangkap karena tega mencabuli 5 putri kandungnya yang masih dibawah umur.

Kelima putri kandung yang dicabuli tersangka masing-masing berinisial N (14), VL (13), DN (10), GZ (7) dan NA (4). Kelimanya dicabuli tersangka sejak Bulan Oktober 2020 saat korban sedang tidur.

Kanit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting, kepada wartawan, Jumat (19/2/2021) pagi, mengatakan kejadian bejat ini terungkap setelah 2 korban berinisial N dan VL menceritakan kejadian yang menimpanya kepada ibu kandungnya, A ( 38).

“Antara si tersangka S dan istrinya A rumah tangganya kurang harmonis dan kerap bertengkar hingga akhirnya istrinya itu meninggalkan rumah dan memilih tinggal di daerah Marelan. Tersangka melakukan pencabulan terhadap kelima anaknya dengan cara menghisap payudara dan memasukkan jarinya pada alat kelamin putrinya tersebut,” kata Madianta.

Ia menjelaskan, aksi pencabulan ini kerap dilakukan ayah korban dan terakhir dilakukan pada 8 Januari 2021 di ruang tamu rumahnya.

“Anaknya berinisial N dan VL ngadu sama mamaknya dan cerita kalau mereka kerap dicabuli ayahnya. Atas dasar pengakuan anaknya inilah ibunya membuat laporan ke Polrestabes Medan. Setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap korban serta hasil visum mendukung, akhirnya pada tanggal 18 Februari 2021 tersangka kami tangkap di rumahnya,” sebutnya.

Dari hasil interogasi, sambungnya, tersangka mengaku hanya mencabuli satu putrinya saja, sementara dari hasil visum kelima anak kandungnya menguatkan dugaan pencabulan.

Akibat perbuatannya, tersangka S dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 dan 2 UU No. 35 tahun 2014 atas perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Karena dilakukan oleh ayah kandungnya, hukuman ditambah 1/3 lagi. Kami juga akan memasukkan Perpres nomor 70 tahun 2020 tentang kebiri,” tegasnya. *