Aniaya Putri Tiri, Oknum Sekuriti di Medan Dilaporkan ke Polisi

Selasa, 22 Juni 2021 | 18:48 WIB

Medan, MPOL : Hanya karena masalah sepele, seorang oknum sekuriti di salah satu supermarket di Medan tega menganiaya putri tirinya, SEAS (16) warga Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Seharusnya, sebagai orangtua sambung tersangka MFH bisa menjadi panutan dan membina putri tirinya itu, bukan malah kerap memukulinya.

Karena sudah keterlaluan, korban didampingi ayah kandungnya, ES (46) melaporkan perbuatan kasar pelaku ke Polrestabes Medan dengan bukti laporan polisi nomor: LP/B/1255/ VI/ 2021/ SPKT Polrestabes Medan tanggal 22 Juni 2021.

Menurut keterangan korban kepada wartawan mengatakan, peristiwa berawal saat ibu kandung korban, SEAS (46) menyuruh korban untuk menjaga salon miliknya. Kemudian, saat hendak keburu ke kedai untuk membei sampul buku, korban memilih pergi karena takut kedai tersebut tutup. Lantaran tidak bisa mengendarai sepeda motor, korban pun berjalan kaki meninggalkan salon milik ibunya itu.

Namun, setibanya korban balik ke salon, ibu kandung korban memarahinya dan disambut korban dengan jawaban pergi sebentar ke tempat fotocopy. Adu mulut pun terjadi sehingga terdengar oleh ayah tirinya (tersangka), MFH.

Selanjutnya, saat ditanya oleh tersangka, korban menjawab ‘udah diam aja ayah’. Mendengar jawaban korban yang tak merestui ibunya nikah lagi dengan tersangka, lantas tersangka menjawabnya dengan tamparan keras ke arah wajah korban.

Mendengar keributan antara tersangka dan korban, SA melerai keduanya. Suasana pun menjadi damai. Merasa tak puas, tersangka pun mendatangi korban dan kembali memukuli korban hingga 4 kali sampai lutut, lengan dan punggung korban memar. Tak terima dengan perbuatan tersangka, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kakaknya paling besar dan diteruskan dengan ayah kandungnya.

“Kami langsung dilerai oleh mamak dan perdebatan antara saya dengan mamak terjadi kembali. Jujur saya tidak restu dengan pernikahan mamak dengan bapak tiri, jadi aku bilang ke mamak ‘siapa dia’, karena dia bukan bapak kandungku,” ungkap korban.

Selang beberapa hari, ayah kandung korban, ES yang mendengar anaknya mendapat perlakuan kasar dari tersangka selanjutnya membawa putri kandungnya itu membuat laporan ke Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan.

“Saya selaku ayah kandungnya berharap agar dia (MFH) segera ditangkap dan diberikan hukuman yang sepantasnya biar tak terulang kembali perbuatan yang sama terhadap anak saya, supaya juga menjadi pembelajaran baginya,” harap ES. *