6 Tahun Cabuli Anaknya, Ayah Tiri Biadab Ini Dijebloskan ke Penjara

Jumat, 27 November 2020 | 15:41 WIB

Medan, MPOL : Ayah tiri biadab yang satu ini sungguh bejat. Pasalnya, selama 6 tahun pelaku CC (46) tega mencabuli anak tirinya, CY. Akibat dari perbuatannya, kini CC dijebloskan ke sel tahanan Polrestabes Medan.

Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting, kepada wartawan, Jumat (27/11/2020) mengatakan, ditangkapnya tersangka setelah ibu kandung korban, JI (43) melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Medan dengan bukti Laporan Polisi Nomor : LP/ 2927/ XI/ 2020/ SPKT Restabes Medan tanggal 25 November 2020.

Madianta menjelaskan, terungkapnya aksi pencabulan tersebut saat korban memberitahukan kepada ibunya (pelapor) apa yang dialaminya, Selasa (24/11/2020) sekira pukul 19.00 WIB. Ketika itu korban memanggil ibunya yang baru pulang kerja di rumah mereka di Kecamatan Medan Barat.

Kemudian, korban berkata “Ma, sini dulu ada yang mau aku omongin penting!. Tapi aku nggak berani ngomong ada bapak’. Saat itu korban menangis dan ibu korban menjawab ‘ada apa rupanya? Lalu ibu korban mengambil handphone miliknya dan menyuruh korban untuk mengetik semua yang ingin korban katakan.

Selanjutnya CY mengetik di hp tersebut yang isinya “Ma, sebenarnya perawanku sudah diambil bapak angkat sejak aku kelas 4 SD! Dan sekarang ini bapak mengancamku lagi mau niduriku. Kalau tidak diladeni, bapak angkat mau sebari foto telanjang aku ke media sosial Facebook dan Whatsapp aku”.

Mengetahui hal tersebut, ibu korban langsung emosi, marah dan langsung pergi dari rumah berpura-pura membeli sesuatu. Kemudian ibu korban menghubungi kepala lingkungan dan kepala lingkungan mengatakan agar diproses hukum saja. Selanjutnya, pelapor menghubungi keluarga dan membuat laporan ke Polrestabes Medan.

Setelah menerima laporan ibu korban, petugas PPA Polrestabes Medan lalu melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Saat diinterogasi, tersangka mengaku sudah menyetubuhi korban sejak tahun 2014, saat korban masih kelas IV SD,” kata Madianta.

Ia menjelaskan, perbuatan persetubuhan tersebut sering dilakukan tersangka dan terakhir kali dilakukan tersangka pada Bulan Juni 2020. Perbuatan tersebut dilakukan di dalam rumah dan tidak ada seorang pun yang melihat. Setiap tersangka melalukan perbuatan tak senonoh, koban tidak berani melaporkan perbuatan tersebut kepada ibu kandungnya karena diancam oleh tersangka akan diusir dari rumah.

“Tersangka saat ini sudah kita tahan dan dijerat kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Ayat (1), (2), (3) Jo 76 D Subs Pasal 82 Ayat (1), (2) Jo 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkasnya. *