4 dari 7 Pelaku Pembongkaran Rumah di Helvetia Diringkus, Otak Pelaku Ternyata Adik Kandung Korban

Selasa, 12 Januari 2021 | 20:50 WIB

Medan, MPOL : Polsek Helvetia meringkus 4 dari 7 pelaku pembongkaran rumah milik EDYH (26) yang berada di Jl. Pasar 1 Gg. Aman No. 17, Kel. Cinta Damai, Kec. Medan Helvetia, Selasa (12/1/2021) dari lokasi terpisah.

Ke 4 pelaku yang berhasil ditangkap masing- masing berinisial ROVH (20) yang merupakan adik kandung korban (otak pelaku), MAA (27) CF (30) dan JS (46). Sementara ke 3 pelaku lainnya yaitu inisial RS, A dan B masih berusaha dikejar petugas.

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Zuhatta Mahadi, Selasa (12/1/2021) menjelaskan, kejadian pembongkaran rumah korban pertama kali diketahui, Senin (4/1/2021) sekira Pukul 22.00 WIB. Saat itu korban yang baru pulang merayakan tahun baru dari kampungnya melihat kalau pintu pagar dan jendela samping rumahnya sudah terbuka. Melihat hal tersebut, lantas korban pun segera mengecek barang-barang miliknya.

Ternyata 1 unit Tv merk Samsung 50 inch, 1 unit Tv merk LG 45 inch, 1 unit Tv Merk Sharp 32 inch, 1 unit Home Teater merk Samsung dan 1 buah tabung gas ukuran 3 Kg sudah hilang dicuri orang.

Selanjutnya korban pun langsung mendatangi Mapolsek Medan Helvetia guna membuat laporan Pengaduan dengan Nomor : LP/08/I/2021/SU/Polrestabes Medan/Polsek Medan Helvetia.

Petugas Polsek Medan Helvetia yang mendapatkan laporan dari korban segera melakukan olah TKP di rumah korban dan melakukan penyelidikan lanjut guna mengungkap identitas para pelaku pembongkaran rumah korban.

“Setelah kita lakukan penyelidikan, kita ketahui keberadaan salah satu pelaku ROVH (adik korban) di Warnet Quen Net Jl. Gaperta Ujung, Medan Helvetia. Lalu kita ke lokasi dan berhasil mengamankan tersangka pada Selasa (12/1/2021),” kata Zuhatta.

Selanjutnya, petugas pun langsung melakukan pengembangan guna mencari keberdaan pelaku lainnya dan barang bukti hasil curian. Alhasil, petugas pun berhasil mengamankan 3 pelaku MAA, CF dan JS dari kediaman masing-masing pelaku. Dari para pelaku disita barang bukti 3 unit TV, 1 buah obeng, 2 potong baju dan 1 potong celana.

“Adik kandung korban ROVH merupakan otak pelaku. Berdasarkan pengakuan dari tersangka, uang dari hasil menjual sebagian dari barang curian sudah habis digunakan untuk membeli 2 potong baju, 1 potong celana dan sisanya digunakan untuk bermain judi online serta untuk membeli sabu,” ujarnya.

Hasil interogasi, lanjut Zuhatta mengatakan, tersangka ROVH merupakan residivis dalam perkara tindak pidana pencurian dan kekerasan (jambret) pada tahun 2017. Sementara ke 3 pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. *