3 Kali Beraksi, 2 Pelaku Curanmor Ditembak

Minggu, 23 Februari 2020 | 01:30 WIB
Medan – Dua pelaku Curanmor yang sudah 3 kali mencuri sepeda motor dengan 3 laporan polisi (LP) diringkus Tekab Polsek Medan Area. Bahkan masing-masing kaki kedua pelaku ditembak petugas.
Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan, Sabtu (22/2/2020) malam, mengatakan kedua tersangka yang diringkus yakni MRH (31) warga Jl. Beringin Pasar V Gg. Mentimun 14. No.28, Desa Tembung  Kec. Percut Sei Tuan dan FRP (30) warga Jl. Srikandi Gg. Sipirok No.7, Kel. Denai, Kec. Medan Denai. “Tersangka kita ringkus di Jl. Halat Gg. Dame, Medan, sekira pukul 11.30 Wib,” katanya.
Dijelaskan mantan Kapolsek Pancur Batu ini, kedua tersangka ditangkap berdasarkan 3 LP dari 3 korbannya, Subahan Ahmad Fadli (20) warga Jl. Medan Area Selatan No. 224 A, Kel. Sukramai l, Kec. Medan Area, Zihan Fazira (21) warga Jl. SM. Raja Gg. Indrajit. Kel. Siti Rejo ll, Kec. Medan Amplas dan Kasran Panggodian Sir (21) warga Jl. Bulutangkis No. 19, Kel. Pasar Merah Barat. Kec. Medan Kota.
Adapun lokasi Curanmor yang dilakukan kedua tersangka yaitu di Jl. Halat simpang Medan Area Selatan depan Indomaret mencuri sepedamotor Yamaha Mio BK 6372 SU, Jl. Pendidikan Lorong Bali No. 16, Medan mencuri sepeda motor Honda Vario
BK 2543 ABC dan di Jl. Bulutangkis menggasak sepeda motor Hinda Vario BK 4564 XI. “Modus kedua tersangka merusak kunci sepeda motor dengan kunci leter T yang sedang parkir di halaman rumah,” ungkapnya.
Setelah diamankan, kedua tersangka lalu dibawa pengembangan untuk mencari tau kepada siapa saja kendaraan tersebut dijual tersangka. Ketika petugas melakukan penggerebekan di Jl.Selamat Ketaren dimana tempat tersangka bertransaksi menjual sepeda motornya, tiba-tiba kedua tersangka melarikan diri.
Melihat itu, petugas lalu melakukan pengejaran sembari memberikan tembakan peringatan. Akan tetapi tembakan tersebut tidak membuat kedua tersangka menyerahkan diri. Tak mau buruannya kabur, petugas menembak kaki tersangka. Setelah itu kedua tersangka dibawa ke RS Bhayangkara guna mendapatkan perawatan. “Kita masih melakukan pengembangan untuk mencari penadahnya,” pungkasnya. (Arya)