2 Pelaku Human Trafficking Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Belawan

Selasa, 2 Maret 2021 | 19:59 WIB

Belawan, MPOL : Tindak pidana eksploitasi terhadap anak (human trafficking) berhasil diungkap Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan. Selasa (2/3/2021).

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR. Dayan didampingi Wakapolres Kompol Herwansyah, Kasat Reskrim AKP I Kadek Herry Cahyadi dan Kanit PPA, Iptu Sitti Halawa SH dalam keterangan persnya menyatakan bahwa 2 pelaku yang diamankan adalah Trisnawati Silitonga alias Wati (18) warga Jl. Pulau Samosir Belawan, Kec. Medan Belawan yang berperan sebagai mucikari dan Florencius Silalahi alias Rendi (36) warga Jl. Purwosari Brayan Bengkel sebagai penyewa.

“Kedua pelaku ditangkap berdasarkan LP/68/ll/2020/SU/SPKT Pe. Belawan, tanggal 20 Februari lalu,” ucap Kapolres Pelabuhan Belawan.

AKBP Dayan menyampaikan bahwa kasus ini terjadi pada Selasa (16/2/2021) sekira pukul 22.30 WIB.

Katanya, pada saat itu, Hariadi sebagai pelapor membaca isi chat di messenger yang menawarkan dan menjual anak.Tersangka Trinawati alias Wati dan Florencius Silalahi menjual korban kepada orang lain untuk melakukan hubungan seksual.

“Pelapor melihat isi chat messenger yang berisi menawarkan dan menjual anak korban sebut saja namanya Bunga (14) warga Belawan yang dilakukan pelaku yang bernama Trisnawati alias Wati dan Florencius Silalahi alias Rendi kepada orang lain untuk melakukan hubungan seksual,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Humbahas itu juga mengungkapkan bahwa pelaku menerima keuntungan sebesar Rp.30.000 usai menjual korban kepada pria hidung belang.

“Lorban dijual oleh tersangka TS dan RS pada Selasa, 16 Februari 2021, sekira pukul 22.30 WIB di Jalan Lorong V Umum, Bagan Deli Belawan,” pungkasnya.

Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah kunci mobil, uang Rp. 520.000 dan 4 Unit Handphone berbagai merk.

Dari hasil interogasi, tersangka Trisnawati alias Wati mengakui bahwa telah menawarkan korban kepada lelaki hidung belang atas nama Florencius Silalahi alias Randi.

Ucapnya lebih lanjut, tersangka Florencius Silalahi alias Randi mengakui bahwa membayar korban dengan harga Rp. 450.000 yang dilakukan di Hotel Borobudur yang ada di kawasan Padang Bulan Medan.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 76i Jo Pasal 88 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. *