2 Jambret Depan Grapari Telkomsel Medan Ditembak

Minggu, 23 Februari 2020 | 19:02 WIB

Medan – Timsus Sat Reskrim Polrestabes Medan meringkus 2 penjambret yang beraksi di depan Grapari Telkomsel Jl. Wahidin, Kec. Medan Area, Selasa (11/2/2020) lalu sekira pukul 13.00 Wib. Kedua tersangka Deka Kinana alias Deka (36) warga Jl. Sentosa Lama Gg. Satria Barat No. 02, Kel. Sei Kera Hulu, Kec. Medan Perjuangan dan Abta Asiando Siregar (35) warga Jl. Kepodang I, Perumnas Mandala, Kec. Percut Sei Tuan, bahkan ditembak petugas.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, Minggu (23/2/2020) mengatakan, aksi penjambretan tersebut dilaporkan korban Lina (35) warga Jl. Pahlawan No. 05 C, Kec. Medan Perjuangan, dengan bukti laporan polisi nomor: LP / 379 / II/ 2020/ SPKT Restabes.

Dalam laporannya, kata Maringan, korban menjelaskan, siang itu korban datang ke Grapari Telkomsel di Jl. Wahidin, Medan. Saat korban turun dari mobil, tiba-tiba dari arah belakang kedua tersangka datang mengendarai sepeda motor memepet korban dan langsung merampas tas sandang korban hingga talinya terputus.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Hp Samsung S9+ warna Hitam, 9 kartu ATM, sebuah buku bank, selembar STNK mobil, sebuah gelang suasa dari dalam tas yang dibawa kabur oleh kedua tersangka.

Polisi yang mendapat laporan tersebut selanjutnya melakukan penyelidikan dan mengetahui ciri-ciri dan identitas tersangka. Dari hasil lidik ditangkap tersangka Deka Kinana alias Deka (36) warga Jl. Sentosa Lama Gg. Satria Barat No. 02, Kel. Sei Kera Hulu, Kec. Medan Perjuangan. Saat ditangkap tersangka berusaha melawan petugas hingga diberikan tindakan tegas terukur.

“Tersangka Deka merencanakan penjambretan dan merupakan eksekutor pada saat menjambret korban serta mendapat bagian Rp. 900 ribu dari hasil penjualan hp. Tersangka kita tangkap pada 11 Februari 2020,” kata Maringan.

Masih kata Maringan, tersangka diinterogasi dan mengakui telah melakukan penjambretan tersangka Abta Asiando Siregar dan sepeda motor yang digunakan saat beraksi adalah pinjaman dari teman tersangka Mauliddin (29) warga Jl. Seriti VIII No 29, Perumnas Mandala Kec. Percut Sei Tuan. Tak berapa lama tersangka Mauliddin juga ditangkap karena berperan ikut merencanakan penjambretan dan menyediakan sepeda motor Honda Sonic dan diberi upah Rp. 300 ribu.

Hasil interogasi Hp tersebut dijual kepada  Dedy Haryanto Aritonang (36) warga

Jl. Pipit XII No. 120, Perumnas Mandala, Kec. Percut Sei Tuan seharga Rp. 2,5 juta dan terhadap tersangka dilakukan penangkapan dan barang bukti handphone turut disita. Selanjutnya ketiga tersangka diboyong ke Mapolrestabes Medan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Tersangka Maulddin dan seorang penadah Dedy Aritonang. (Arya)

Dari hasil pemeriksaan ketiga tersangka diatas diketahui teman tersangka yang turut melakukan penjambretan adalah tersangka Abta Asiando Siregar.

“Tersangka Abta Siregar ditangkap di sebuah rumah dinPadang Sidempuan,  Tapanuli Selatan, Sabtu (22/2/2020) sekira pukul 05.00 Wib. Tersangka merencanakan perbuatan dan berperan sebagai joki saat beraksi,” ungkapnya.

Saat dibawa pengembangan ke Kota Medan untuk menunjukkan barang bukti lainnya di salah satu rumah di wilayah Kecamatan Medan Tembung, tersangka berusaha melawan petugas dengan mengambil pisau yang teletak di sudut dapur. Merasa terancam, petugas lalu menembak kedua kaki tersangka.

Dihadapan penyidik, tersangka Abta mengakui sudah melakukan penjambretan 5 kali di wilayah hukum Polrestabes Medan. Diantaranya di Jl. Wahidin, Jl. Gajah Mada, di seputaran Lapangan Merdeka Medan, Jl. Pandu dan Jalan Rahmadsyah, Medan Area.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan sepeda motor Honda Sonic yang dipakai tersangka, HP Samsung S9+ warna Hitam dan beberapa kartu ATM serta selembar STNK. (Arya)