Webinar FKIP UNPRI: Covid-19 Menambah Krisis Pembelajaran

Jumat, 23 Oktober 2020 | 18:41 WIB

Medan, MPOL : Saat ini krisis Covid-19 telah menjadi tantangan luar biasa bagi negara Indonesia dan di seluruh dunia. Tetapi, dari krisis ini banyak sekali mendapatkan hikmah dan pembelajaran yang bisa diterapkan saat ini dan setelahnya.

“Perlu diingat, sebelum pandemi merebak, sesungguhnya dunia pendidikan di Indonesia pun tengah mengalami krisis pembelajaran minimal. Hal itu dibuktikan oleh hasil kajian OECD-PISA yang menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara dunia ketiga,” ujar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Prima Indonesia (FKIP UNPRI) Dian Syahfitri, S.S, M.Hum, pada Webinar FKIP UNPRI “Revolusi Industri 4.0 dan Pandemi Covid-19: Peluang dan Tantangan bagi Dunia Pendidikan dan Guru Bahasa”, kemarin.

Webinar FKIP UNPRI menghadirkan pembicara Kepala Badan Bahasa Kemendikbud, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI London 2016-2020 Prof. H. E. Aminudin Aziz, Ph.D, Analisa Widyaningrum, S.Psi, M.Psi (Psikolog, CEO@apdcindonesia & adbc.id) berjudul “Membangun Kepribadian Pendidik Masa Kini” dipandu moderator Hasan Albanna (Sastrawan dan Pengkaji Bahasa di Balai Bahasa Sumatera Utara).

“Untuk pertama kalinya, kita semua belajar dan mengajar secara online, menggunakan tools atau perangkat baru, dan menyadari bahwa sebenarnya pembelajaran bisa terjadi di manapun. Orang tua, untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru,” katanya rektor.

Betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif. Kemudian menimbulkan empati kepada guru yang tadinya mungkin belum ada. Guru, siswa, dan orang tua sekarang menyadari bahwa pendidikan itu bukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan di sekolah saja.

Tetapi, pendidikan yang efektif itu membutuhkan kolaborasi yang efektif dari tiga hal ini, guru, siswa, dan orang tua. Tanpa kolaborasi itu, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi.

“Itulah potret pendidikan kita hari ini. pelik, memang. Namun, inilah saatnya kita membangun dan meningkatkan selfcapacity and capability (kapasitas dan kapabilitas diri) agar kita mampu berinovasi dalam pembelajaran,” jelasnya.

Bukan hanya di masa krisis ini, tetapi juga di saat krisis ini telah berlalu. Webinar ini diproyeksikan agar mendapatkan pengetahuan dan wawasan yang memampukan untuk melihat peluang di tengah krisis dan tantangan pendidikan,” katanya.

Webinar ini diikuti peserta yang mendaftar 901 dengan sebaran wilayah Aceh, Jambi, Sumut, Batam, Sumbar, Kalimantan, Jakarta, Jabar, Jateng, NTT, Lombok, Bali, serta berlatar belakang mahasiswa, guru, dosen, kepala sekolah, peneliti bahasa, staf kemendikbud.

Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes, juga menambahkan, di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini FKIP UNPRI memberikan potongan harga 50 persen untuk pendaftar beasiswa mahasiswa S2 Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, kepada wartawan, Jumat (23/10/2020) mengaku, Covid-19 ini membawa banyak perubahan mendasar khususnya di sistem pembelajaran yang semula dilakukan tatap muka tapi kini harus dilakukan sistem daring dan luring menggunakan aplikasi internet dapat belajar dan kuliah dari rumah saja.

Karenanya, dunia pendidikan tinggi harus peka dan memiliki kepedulian seperti FKIP UNPRI yang mengadakan webinar ini bertujuan untuk pencerahan dosen dan mahasiswa agar memiliki kemampuan dan keahlian guna mengantisipasi krisis pembelajaran diakibatkan Covid-19.

“Kita mendukung kegiatan webinar ini agar lulusan FKIP UNPRI bisa melahirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan kekinian terutama di masa pandemi,” harapnya. **