Uji Coba Belajar Tatap Muka di Tebing Tinggi Harus Mengutamakan Kesehatan   (Oleh : Ismail Batubara)

Rabu, 18 November 2020 | 11:33 WIB

 

 

Rencana untuk membuka kembali sekolah yang ada di Kota Tebingtinggi harus melalui proses uji coba dengan sistim simulasi. Kesiapan pihak sekolah dalam melaksanakan uji coba ini sangat penting dilakukan untuk menghindari klaster baru COVID -19 di sekolah.

 

Tidak hanya sekedar menyiapkan sarana protokol kesehatan, pihak sekolah juga harus memikirkan aspek lain yang dapat mendukung terlaksananya proses pembelajaran tatap muka dengan mengutamakan kesehatan. Dinas Pendidikan setempat sempat mengijinkan pihak sekolah untuk melakukan uji coba belajar tatap muka di beberapa Sekolah Dasar khusus kelas IV, V,  VI dan SMP.

 

Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan saat ditemui MPOL usai Apel Kesiap Siagaan Bencana di Mapolres beberapa waktu lalu mengatakan, kita mencoba untuk belajar tatap muka karena secara psikologis kita tidak memgetahui kapan COVID-19 ini akan berakhir.

 

Kemudian ada kejenuhan dipeserta anak didik dan kita lihat ada sedikit probahan prilaku anak didik yang tidak terkontrol oleh para orang tua. Misalnya ada rambut siswa yang sudah gondrong bahkan ada yang rambutnya di cat, keluyuran, asik bermain dan bersepeda.

 

Oleh karena itu kata walikota, kita sepakat untuk melakukan uji coba kemarin. Bagi sekolah yang persyaratan protokol kesehatannya bisa memenuhi syarat maka akan kita lanjutkan secara bertahap. Dan bagi sekolah yang tidak memenuhi syarat maka kita stop sementara sampai memenuhi protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.

 

” Uji coba belajar tatap muka disekolah kita lakukan secara bertahap dan tentunya ada ijin dari orang tua siswa untuk anaknya mengikuti uji coba. Termasuk beberapa sekolah swasta yang kita evaluasi dalam hal pelaksanaan uji coba ini,” katanya.

 

Walikota menegaskan,  ‘Tiga Pesan Ibu’ yaitu, Memakai masker, Menjaga jarak dan Cuci tangan menjadi bagian yang akan kita terapkan seterusnya. Uji coba belajar tatap muka yang dilakukan saat ini terus kita lakukan evaluasi dengan mementingkan kondisi kesehatan dan kita harus tetap melakukan kontrol terhadap anak didik kita.

 

Menurut walikota, dalam belajar tatap muka di sekolah kendala yang dihadapi adalah menjaga jarak. Kita tidak lagi membenarkan belajar dengan jumlah siswa yang padat, itu tidak dibenarkan lagi saat ini, katanya.

 

Akan tetapi rencana Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk membuka kembali proses belajar mengajar dengan sistim Tatap Muka, selayaknya harus dilakukan evaluasi dengan mementingkan kesehatan bersama. Protokol Kesehatan yang ketat disertai dengan fasilitas yang layak sebagai pendukung Protokol Kesehatan tersebut, layak dimiliki pihak sekolah ditambah dengan Standar Operasi Pelayanan yang sesuai dengan aturan Belajar Tatap Muka yang berlaku.

 

Terkait hal ini Kadis Kesehatan Kota Tebingtinggi saat ditemui MPOL di Dinas Kominfo dr H Nanang Fitra Aulia menjelaskan, terkait sosialisasi pembelajaran tatap muka disekolah beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Kota mengadakan rapat kordinasi tentang bagaimana kita mengadakan pembelajaran tatap muka pendidikan yang ada di Kota Tebingtinggi.

 

Dinas Pendidikan juga kita himbau melakukan evaluasi ulang, bagaimana kita bisa melaksanakan pembelajaran dengan sistim tatap muka dengan aman di Tebingtinggi.

 

” Kemarin kita juga sudah dilaksanakan di beberapa sekolah, dan itu bukanlah pertanda dimulainya sistim pembelajaran tatap muka, melainkan itu adalah sosialisasi yang kita lakukan terlebih dahulu agar program pendidikan tatap muka di sekolah bisa terlaksana dengan baik dengan tidak mengabaikan protokol – protokol kesehatan yang ada,” ujarnya.

 

Kami juga menghimbau kepada Dinas Pendidikan Tebingtinggi agar segera menyiapkan Standart Operasional Pelayanan (SOP) dalam pertemuan pembelajaran tatap muka yang ada disekolah-sekolah Tebingtinggi.

 

Selain itu kata dr Nanang Fitra,  kita juga sudah melakukan kordinasi rutin dengan Dinas Pendidikan, sebelum dilakukan sistim pembelajaran tatap muka itu. kita akan melakukan pemeriksaan rapid tes terhadap guru dan kepada siswa kita juga akan mengambil sample untuk mendeteksi bagaimana perkembangan kasus COVID-19 dan upaya kita dalam memutus matarantai pandemi ini.

 

Kita berharap para pendidik dalam melakukan tatap muka semuanya bisa terbebas dari COVID-19 ini. Terkait zona berdasarkan hitungan kita dan statistik, Kota Tebingtinggi masih berada di zona ‘Resiko Sedang’. Kita masih terus melakukan upaya untuk berusaha menurunkan zona ke ‘Resiko Rendah.’ Upaya ini bisa kita lakukan apabila kerjasama bisa kita lakukan baik bersama masyarakat sama-sama kita melaksanakan Protokol Kesehatan dengan memakai masker dengan benar, rajin mencuci tangan serta menjaga jarak dan meningkatkan imunitas tubuh, kata nya saat itu.

 

Terkait bagaimana sebenarnya sistim uji coba pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi, kepada MPOL Pelaksana Tugas Kadis Pendidikan setempat Idam Halik menjelaskan, kesiapannya kita serahkan kepada masing-masing sekolah, jadi tidak semua sekolah di Tebingtinggi melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka.

 

Hal ini sebenarnya dilaksanakan masih tahap sosialisasi. Kita masih mengevaluasi bagaimana caranya dan polanya dalam pelaksanaan sekolah ini nantinya dibuka secara aktif. Tentu semua dasarnya harus mengikuti seluruh Protokol Kesehatan yang ditetapkan.

 

“Jika ada sekolah nantinya yang belum memiliki sarana Protokol Kesehatan yang memadai seperti sarana cuci tangan dengan sabun berikut air yang mengalir, maka sekolah tersebut belum kita buka,” kata Idam Halik.

 

Jadi menurut Idam, sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka adalah sekolah yang memenuhi syarat Protokol Kesehatan disamping syarat lainnya.  Semasa uji coba inilah kita buat sebagai evaluasi apa yang harus kita tingkatkan atau dilengkapi agar proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik tanpa melanggar Protokol Kesehatan.

 

” Ya kita evaluasi nanti beberapa minggu atau bulan kedepan, pola di Tebingtinggi untuk buka sekolah itu seperti apa akan kita ketahui nanti. Itulah yang akan kita terapkan rencananya di tahun 2021 mendatang dan kita tinggal melaksanakannya,” jelas Idam.

 

Tetapi saat ini semuanya masih dalam rangka uji coba. Kemungkinan masih banyak kesiapan para sekolah yang harus disiapkan seperti, penyemprotan rutin, pengaturan jarak dilapangan yang ditandai dengan batas atau garis pemberitahuan.

 

Namun yang terpenting menurut Idam Halik adalah para orang tua harus benar-benar siap didalam mempersiapkan anaknya mengikuti pembelajaran di sekolah.

 

” Para orang tua harus menyiapkan anaknya mulai dari berangkat kesekolah. Harus di cek betul Protokol Kesehatannya apa sudah lengkap termasuk masker atau hands sanitaizer, termasuk bekal makanan dan minuman serta asupan gizi,” kata Idam.

 

Bekal makanan dan minuman ini penting disiapkan karena nantinya pihak sekolah belum dibenarkan untuk membuk kantin.  termasuk orang tua harus mengantar dan menjemput anaknya sebagai bentuk pengawasan, tegas Idam Halik.

 

Ketika MPOL menelusuri langsung ke SDN 164327 Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi terkait penerapan protokol kesehatan saat berlangsungnya uji coba belajar tatap muka, terlihat penerapan protokol kesehatan ketat dilaksanakan oleh pihak sekolah. Para siswa harus didampingi orang tua kesekolah, memasuki gerbang sekolah siswa tersebut dilakukan pengecekan suhu tubuh dan memakai masker dengan benar. Setelah itu semua siswa diwajibkan mencuci tangan dengan sabun ditempat yang telah disiapkan sekolah.

 

Menurut Kepala Sekolah Johanson Sembiring, sebelum kegiatan uji coba sekolah tatap muka ini dilaksanakan, kita selaku pihak sekolah telah meminta persetujuan para orang tua siswa melalui Surat Persetujuan tersebut, dan semua orang tua menyatakan setuju kegiatan ini dilaksanakan.

 

Sembiring menjelaskan, pembagian pembelajaran melalui dua gelombang, dan jumlah siswa satu lokal dibagi dua untuk mengatur jarak sesama siswa. ” Hari ini jumlah siswa satu lokal kita bagi dua untuk uji coba pembelajaran tatap muka selama 1 jam. Siswa yang mengikuti uji coba ini hanya kelas IV sampai dengan kelas VI saja,” ujar Sembiring.

 

Berlanjut ke sekolah lainnya, Kepala Sekolah SD Negeri 163080 Jalan Sutomo, Tengku Asmaliyah yang ditemui MPOL menjelaskan, ternyata dari 3 hari yang telah kita laksanakan uji coba tersebut, kita menemukan masih banyak kendala-kendala yang dihadapi terkait dengan pembelajaran tatap muka ini.

 

Misalnya kata Asmaliyah, peran serta orang tua dalam menyiapkan anaknya untuk uji coba masih ada sedikit kelalaian terutama pemakaian masker, siswa belum mentaati aturan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan masih terlihat bergelut dengan temannya. Kita tetap mengingatkan orang tua dan para siswa tersebut.

 

” Kita perlu mengevaluasi kembali uji coba tatap muka ini dengan mengharapkan partisipasi orang tua dan himbauan kepada siswa agar sama-sama memaruhi protokol kesehatan,” harap Asmaliyah.

 

Rencana belajar Tatap Muka tetap harus melalui uji coba atau simulasi. Dari hasil uji coba ini harus dievaluasi sebaik mungkin untuk mengantisipasi adanya peluang virus menyebar disekolah. Selain Protokol Kesehatan yang super ketat, perhatian terhadap aktifitas anak didik disekolah juga harus menjadi yang utama. Jangan sampai ada kerumunan atau kegiatan diluar kelas yang sifatnya melanggar aturan Physical Distancing.

 

Ini semua tidak terlepas dari kesiapan orang tua siswa dalam mempersiapkan anaknya untuk melakukan uji coba sekolah Tatap Muka. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan juga menyerahkan sepenuhnya hal ini kepada orang tua siswa. Para orang tua berhak untuk tidak mengikutkan anaknya untuk kembali kesekolah jika menurutnya belum nyaman dan melanjutkan pembelajaran melalui daring.***