Akademisi Unimed Puji Semangat Guru Dalam Melaksanakan Tugas di Sekolah

SD Swasta Asisi Medan Gelar Workshop Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

Rabu, 24 Mei 2023 | 15:39 WIB

Medan, MPOL: Sekolah Dasar (SD) Swasta Asisi Medan Yayasan Putri Hati Kudus melaksanakan Workshop Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka yang akan diberlakukan di sekolah tahun akademik semester ganjil 2023/2024.

Kegiatan dilangsungkan di Aula Sekolah Asisi Jl. Anggrek Raya Medan, Rabu (24/5/2023) diikuti semua guru (berjumlah 36 orang) dengan menghadirkan instruktur dari LPMP dan Akademisi Unimed.
Kepala SD Swasta Asisi Medan Yayasan Putri Hati Kudus, Tiongkok Damanik, S.Pd, mengatakan, kegiatan workshop kesiapan implementasi kurikulum merdeka sengaja dilaksanakan SD Swasta Asisi Medan, bertujuan untuk mempersiapkan guru-guru agar saat semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024 ketika Kurikulum Merdeka diimplementasikan sesuai harapan pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan para guru di SD Asisi Medan sudah siap untuk mengimplementasikan sehingga cita-cita perubahan yang diharapkan pemerintah lewat kurikulum merdeka bisa terwujud di SD Asisi Medan.

Lanjut Tiongkok, SD Asisi Medan menyambut kebijakan pemerintah tentang Implementasi Kurikulum Merdeka dan kegiatan workshop yang dilakukan kepada guru menjadi bukti dukungan dimaksud.

Karena itu pihak sekolah mengundang instruktur yang cakap dari LPMP Sumut dan dari akademisi Unimed.

Akademisi Unimed Dr.Dionisius Sihombing foto bersama dengan peserta workshop Kesiapan Implementasi Kurikulum Merdeka di SD Asisi Medan.(ist)

Dalam arahan pembuka, Tiongkok Damanik mengajak para guru agar sungguh-sungguh mengikuti kegiatan workshop.
Akademisi dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr. Dionisius Sihombing, M.Si, sebagai narasumber pengantar workshop memberikan materi presentasi dengan topik “Pentingnya penguatan partisipasi Stakeholder Sekolah dalam memajukan sekolah”.

Dion mengatakan bahwa kemajuan atau mutu sekolah merupakan cita-cita yang wajib diwujudkan. Mutu terkait dengan persepsi kepuasan pengguna jasa sekolah atas program -program sekolah yang dilaksanakan.

Karenanya pihak sekolah patut mengetahui apa harapan masyarakat sekolah terhadap pelaksanaan pendidikan baik secara akademik dan non-akademik.Ketika sudah diketahui maka harus disahuti oleh pihak sekolah.

Lanjut Ketua Lembaga Konsultasi Manajemen dan Penetian Yayasan Kito Satu itu, supaya bisa mengetahui harapan dari masyarakat pengguna jasa sekolah, pihak sekolah bisa bertanya atau meminta saran dari mewakili para orang tua siswa, alumni, akademisi, usahawan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah. Hal ini dapat dilakukan lewat mengedarkan angket kepuasan layanan sekolah.

Dari hasil angket, pihak sekolah dapat berefleksi untuk merenungkan kesesuaian antara harapan pengguna jasa dan kenyataan di sekolah, dan selanjutnya pihak sekolah secara bersama merumuskan program-program baru menyahuti harapan pengguna jasa sekolah.

Lebih lanjut Dion yang juga pengurus Yayasan Putri Hati Kudus bidang pendidikan dan kurikulum ini mengatakan, agar bisa melakukan perubahan di sekolah para guru harus memiliki kerinduan dan kehendak kuat untuk mengamalkan kasih sayang dalam tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.

Sikap itu terjadi bilamana guru selalu dijiwai dan menjiwai ajaran agama, disemangati spirit pendiri sekolah dan mencintai kemanusiaan.

“Berkali-kali pun kita mengikuti pelatihan atau workshop atau apapun namanya, jika tidak ada kasih sayang di hati kita, maka sulit terjadi perubahan, karena itu sangat penting terjadi perubahan perilaku yang lahir dari sebuah refleksi”, tegas Dion.

Akademisi Unimed Dr.Dionisius Sihombing saat presentasi materi pada workshop kesiapan implementasi kurikulum merdeka di SD Asisi Medan.(ist)

Dion pun memuji sikap perilaku dari para guru SD Asisi Medan yang sudah ditunjukkan dalam tugas yang telah membuat SD Asisi sebagai sekolah yang diminati publik. Disekolah potensi diri dan bakat peserta didik dikembangkan dan para guru solid dan berelasi baik dengan orang tua peserta didik.

Namun demikian Dion mendorong para guru tetap melakukan tugas secara baik dan dengan persiapan-persiapan serta supaya pihak sekolah mensosialisasikan program -program sekolah kepada orang tua peserta didik dan sebaiknya menghimpun pendapat dan sumbangsaran demi terjadi dukungan penuh realisasinya.

“Bila pihak sekolah sudah bekerjasama secara baik dengan orang tua dan pemangku kepentingan sekolah lainnya, maka dukungan memajukan sekolah akan terjadi secara mantap”, tutup Dion.

Selanjutnya instruktur dari LPMP, Irianto Siregar memberikan materi terkait tentang pengenalan kurikulum merdeka, pembelajaran berdeferensiasi, analisis CP,TP dan ATP, Penyusunan Modul Ajar, Peerteaching, Asesmen Sumatif dan Formatif, perancangan P5 dan refleksi pembelajaran serta pelaporan kemajuan belajar siswa.

Sebagai instruktur yang kompeten, Irianto Siregar diharapkan dapat menjadikan para guru bisa siap mengimplementasikan kurikulum merdeka di SD Asisi  Medan.**