Rocky Gerung: Politik Harus Jadi Duel Argumen Bukan Sentimen

Minggu, 19 Juni 2022 | 23:43 WIB

Medan, MPOL: Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut demokrasi Indonesia merosot karena karena sentimen menang dari argumen.

Ia menegaskan penting untuk mencari pemimpin yang berkomitmen membawa demokrasi indonesia “pindah dari orde otoriter ke situasi yang lebih demokratis,” ujar Rocky dalam forum diskusi dan peluncuran buku “Mata Air Indonesia Maju: Kumpulan Gagasan Untuk Cak Imin” yang digelar Rumah Politik Kesejahteraan (RPK) di Food court Garuda, Medan (19/5).

Dalam diskusi tersebut Rocky menyebut kehadirannya tidak menandai dia timses Cak Imin. “Saya datang untuk memastikan Cak Imin berani dan mau menjalankan gagasan baik dalam buku ‘Mata Air Indonesia’ ini,” jelas Rocky.

Sebabnya, kata Rocky, keberaadaan buku, gagasan, dalam politik Indonesia penting supaya politisi terhubung dengan gagasan yang dibutuhkan untuk kesejahteraan publik. “Bangsa ini terhubung dengan jalan pikiran, bukan hanya dengan jalan tol,” tutur Rocky Gerung.

“Buku ini akan bikin iri kandidat yang lain. Kandidat yang lain tidak punya, tidak menyediakan diri untuk mendapat briefing ide dan gagasan. Tidak ingin mendapat tantangan pemikiran. Saya kira Cak imin membuka diri dengan ide-ide,” tegas Rocky Gerung.

Pembicara lain dalam diskusi tersebut Ester I. Jusuf, menyatakan masalah utama kita literasi. Termasuk dalam politik. Narasi kebangsaan dan kesadaran kebhinekaan akan menopang kita melewati banyak ujian dan tantangan kebangsaan.

“Tentu Cak Imin atau siapa saja tidak bisa sendirian. Tapi dengan dukungan memadai, gagasan yang jernih, demokrasi kita bisa lebih baik,” ujarnya berharap.

“Terutama keragaman dan kebhinekaan Indonesia harus dirawat dan menjadi modal penting demokrasi Indonesia. Cara dan tradisi inklusi yang kita punya harus dipertahankan berhadapan dengan intoleransi,” tegas Ester yang juga pengajar di Universitas Indonesia dan tokoh Tionghoa tersebut.