PW DMI Sumut Gelar Pelatihan Manajemen Masjid di Kota Binjai

Senin, 5 Oktober 2020 | 14:51 WIB

Binjai, MPOL : Setelah sukses dilaksanakan di Kota Pematangsiantar, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali melaksanakan pelatihan Manajemen Masjid, Imam dan Khatib di Kota Binjai.

“Pelatihan yang mengambil tema “Penguatan Manajemen Masjid Demi Mewujudkan Keselamatan dan Kemakmuran Takmir Masjid” ini digelar dalam rangka eksistensi dan pemantapan manajemen Masjid serta penguatan keilmuan tentang pengelolaan Masjid yaitu bidang Idharohnya, Ria’yah dan Imarahnya,” kata Ketua PW DMI Sumut, Ustadz H. Irhamuddin Siregar MA, kepada Medanposonline, Senin (5/10)

Irhamuddin mengatakan, pelatihan ini merupakan program inti DMI Sumut yang dijadwalkan sebulan 2 kali sebagai pencerahan kepada para Badan Kemakmuran Masjid (BKM) agar terlatih mengelola Masjid dan berwawasan Kemasjidan. Sehingga Masjid dapat menjadi Icon bagi masyarakat, ummat dan masjid itu mestilah menyenangkan dan mengenyangkan.

Ketua DMI mengaku bersyukur karena pelatihan yang dilaksanakan Sabtu kemarin di Aula MUI Kota Binjai mendapat sambutan hangat dari para BKM-BKM yang hadir dari 5 Kecamatan. Ia memperkirakan, kehadiran para pengurus BKM se Kota Binjai dalam pelatihan mencapai 95 persen dari 196 Masjid. Dan para Ketua BKM yang hadir merasa puas dengan pelatihan tersebut.

Pelatihan yang terselenggara atas kerjasama PW DMI Sumut dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai ini menghadirkan Narasumber Prof. Dr. H. Arifinsyah, MA, Dosen UINSU dan Drs H. Jaharuddin BB, MA, Tokoh Agama Kota Binjai yang juga mantan Kasubbag Urusan Haji Kanwil Kemenag Sumut. Juga dihadiri para penerus PW DMI Sumut dan Binjai serta Ketua MUI Kota Binjai, Dr. H. Mhd Jamil, MA.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Binjai mengatakan, pentingnya persatuan dan penguatan visi misi Islami melalui Masjid untuk mencapai tujuan kekuatan ummat.

Dalam penyampaian materinya, Prof Dr H.Arifinsyah MA, memberikan penekanan kepada BKM pentingnya ilmu dalam mengurusi Masjid. Sehingga Masjid dapat menjadi kekuatan ummat dalam semua permasalahan. Menurutnya, Masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah tapi Masjid menjadi solusi saat masyarakat ditimpa masalah. “Masjid dapat mengatasi masalah tanpa masalah,” katanya.

Seperti yang disampaikan Ketua DMI Sumut, para BKM tidk boleh “sikaleng-kaleng”. Artinya Ketua BKM mestilah orang yang berilmu dan berwawasan, sehingga nanti Masjid mempunyai power ful, disegani dan menjadi tumpuan ummat. “Kalau diistilahkan, Masjid itu mestilah menyenangkan dan mengenyangkan,” katanya.

Kata Prof. Dr. Arifinsyah, sekarang banyaknya ancaman kepada para Ulama dan Ustadz perlu dibentuk Satgas Keamanan Masjid. Satgas ini bekerja sama dengan TNI/Polri untuk keamanan rumah ibadah dan jamaah dalam beribadah. “Kalau rumah ibadah sudah tidak aman, bagaimana lagi ummat ini beribadah. Kondisi ini jelas akan menimbulkan kesenjangan yang bisa mengakibatkan perpecahan dimasyarakat,” ujar Ustadz Prof Arifinsyah.

Sebelumnya dikatakan, pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar dari pagi sampai Shalat Dzuhur dan gelombag kedua sesudah Shalat Dzuhur pukul 14.00 WIB. **