Pembangunan Ikut Berdampak Pada Bencana? Ini Kata Para Ilmuwan

Senin, 5 Desember 2022 | 19:32 WIB
Jakarta, MPOL – Berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini, ditengarai ilmuwan akibat dampak gas rumah kaca.  World Meteorological Organization menyatakan gas rumah kaca yang terperangkap di bumi menyebabkan naiknya suhu rata-rata permukaan bumi yang pada gilirannya menimbulkan bencana seperti gelombang panas, banjir, maupun kekeringan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sepanjang tahun 1991 – 2020 anomali suhu udara rata-rata di keseluruhan wilayah Indonesia adalah sebesar 26,8 derajat celcius. Namun pada bulan September 2022, terdapat kenaikan anomali suhu udara rata-rata sebesar 0,2 derajat celcius menjadi 27 derajat celcius.
Salah satu cara meminimalisir kerusakan dari bencana yang muncul akibat perubahan iklim adalah dengan menerapkan sustainable engineering, infrastructure, dan development. Dalam konferensi “International Conference on Sustainable Engineering, Infrastructure, and Development” besutan Universitas Pertamina (UPER), Dekan Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Perencanaan Infrastruktur UPER, Ir. Tota Simatupang, M.Eng., Ph.D., menyampaikan pentingnya aspek berkelanjutan dalam mengembangkan sebuah wilayah.
“Pembangunan berkelanjutan memiliki prinsip untuk mempertahankan kualitas hidup setiap manusia baik di masa sekarang maupun di masa depan. Prinsip ini telah menjadi dorongan bagi kita untuk melestarikan sumber daya dan bagaimana kita harus mengubah cara menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Tota.
Konferensi internasional bertema “Green Energy and Policy for Sustainable Development” ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Perencanaan Infrastruktur Universita Pertamina pada 23-24 November 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 527 orang peserta dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia sebagai pemakalah.
Konferensi internasional ini turut dihadiri Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang diwakili oleh Perekayasa Utama Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono, serta kalangan akademisi mancanegara, seperti: Assc. Prof. Muhammad Roil Bilad, Universiti Brunei Darussalam, Prof. Chun-Hung Lee, National Dong Hwa University, Prof. Taufik, California Polytechnic State University, dan Assc. Prof. Muhammad Aziz, University of Tokyo sebagai pembicara.
Dalam sambutannya Menteri PUPR Dr. (H.C.) Ir. H. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa prioritas utama Kementerian PUPR adalah pengembangan sumber daya air melalui pembangunan bendungan, perbaikan irigasi dalam rangka ketahanan pangan, banjir dan pengelolaan bencana terkait air serta perlindungan daerah pesisir.
“Dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR akan selalu mematuhi prinsip-prinsip sustainable development dengan mempromosikan sustainable construction dan mengadopsi prinsip-prinsip green building, termasuk smart city dalam pembangunan IKN,”jelas Arie.
Arie melanjutkan, dalam hal infrastruktur jalan, pemerintah telah membangun 1.950 km jalan toll nasional dan 5.173 km jalan non-toll, serta 114 km jembatan yang menghubungkan daerah-daerah perbatasan seperti Kalimantan, Papua & NTT, daerah 3T. Kementerian PUPR juga mendukung proyek-proyek strategis nasional melalui akses ke bandara, pelabuhan, daerah wisata, food estate, dan yang lainnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Bambang Susantono, menguraikan bahwa prinsip pembangunan IKN mencakup 5 elemen: green, smart, inclusive, resilient dan sustainable.
“IKN akan dibangun menjadi sustainable forest city, dengan 65% areanya merupakan hutan tropis yang dicapai melalui proses penghijauan. Area hutan berperan utk meningkatkan penyerapan air, mencegah banjir, dan sebagai carbon-sink, untuk meminimalisasi carbon,” terang Bambang.
IKN didesain menjadi smart city yang didukung advance technology di berbagai bidang, seperti transportasi, kesehatan, energi, water resources dan waste disposal. IKN dibangun sebagai smart city yang mendukung pembangunan regerasi lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan infrastruktur mencakup pembangunan jalan untuk transportasi logistik, perumahan, bendungan untuk mensuplai air, dan pembibitan tanaman untuk mendukung penghijauan. Tak lupa, pembangunan IKN juga mendorong pemberdayaan masyarakat setempat. Strategi dan rencana pengembangan Ibu Kota Nusantara tercermin dari penyediaan infrastruktur, pencegahan banjir, sanitasi dan pengolahan limbah.
Dalam menjalankan transisi energi, Assc. Prof. Muhammad Aziz, menjelaskan, diperlukan inovasi dalam mengintegrasikan sistem energi dengan transformasi digital. Menurutnya, transisi energi dapat dilakukan melalui digitalisasi teknologi dan modernisasi infrastruktur energi menggunakan internet of things, artificial intelligence, atau big data.
“Dengan menggunakan teknologi seperti artificial intelligence misalnya, para pelaku usaha energi lebih mudah dalam membuat prediksi, pemodelan, perencanaan, serta optimasi energi. Kemudian, menggunakan big data, para stakeholders dapat berbagi data secara simultan dan real-time,” ujar Aziz.
Melalui situs resmi PLN, pemanfaatan transformasi digital dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara dilakukan dengan menghadirkan teknologi smart grid dalam sistem kelistrikan IKN. Smart grid nantinya akan terhubung langsung dengan PV rooftop sehingga memungkinkan para pengguna PV rooftop menghasilkan listrik sendiri. Dengan begitu, smart grid mampu menjadi solusi untuk menekan emisi gas rumah kaca. (Dro/Rel).