LPPM UMN Al-Washliyah Gelar PPM di Desa Saentis

Membangun Masyarakat Cerdas & Inovatif  Melalui Budidaya TOGA 

Minggu, 27 Desember 2020 | 22:23 WIB

Medan, MPOL : Kondisi pembangunan di Indonesia sampai tahun 2019 sedang berkembang dan mengarah menuju kekehidupan yang lebih baik. Namun saat ini terusik akibat pandemi Covid-19 dan telah berdampak kepada tatanan sosial, budaya dan ekonomi.

Masalah ini juga sangat dirasakan masyarakat di desa Saentis sehingga mereka perlu didampingi supaya lebih cerdas dan berdaya untuk dapat beradaptasi dengan era New Normal saat ini. Dan mengutip pendapat  Chambers, pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang menerangkan nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma basis pembangunan yang bersifat people centered, participatory, empowering dan sustainable.

Melihat fenomena yang ada Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, melalui unit  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merasa terpanggil untuk tetap dapat melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tujuannya adalah membantu masyarakat menemukan solusi dari berbagai permsalahan yang dihadapi saat ini. Salah satu program yang dilakukan adalah menugaskan para dosen melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui edukasi dan pencerahan ilmu pengetahuan dari berbagai multi disiplin ilmu. Adapun manfaat yang diharapkan dari kegiatan PKM ini  antara lain adalah agar masyarakat desa Saentis lebih berdaya menghindari ancaman bahaya Covid-19 saat ini dengan mewujudkan kemandirian obat melalui budidaya TOGA.

PKM ini dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2020 dengan tema “Pemberdayaan  Ibu-ibu Rumah Tangga Pada Era New Normal Melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Desa  Saentis Kec.Percut Sei Tuan Kab.Deli Serdang. Mitra sasaran yang dipilih adalah ibu-ibu rumah tangga supaya mereka termotivasi dan dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah membudayakan TOGA. PKM ini diketuai Julianto Hutasuhut,SE.MM (Prodi Manajemen)  dengan beranggotakan Dr.Bambang Hermanto, SP.,MSi. (Dekan Pertanian) dan Shita Tiara, SE., Ak.MSi. (Prodi Akuntansi) serta dibantu seorang mahasisiwi Prodi Manajemen, Mahyani.

Julianto Hutasuhut, SE,.MM. dalam kesempatan ini menjelaskan “Tanaman Obat Keluarga atau TOGA” adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Bertani dengan menaman TOGA dapat dilakukan di pot atau di lahan sekitar rumah dan bahkan jika lahan yang ditanami cukup luas maka hasil panennya dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Selain sebagai alternatif obat, TOGA juga dapat dimanfaatkan untuk: 1).penambah asupan gizi keluarga seperti pare,timun,pepaya. 2).bumbu masakan(rempah- rempah) seperti jahe, kunyit, kencur, serai, daun salam. 3).menambah keindahan halaman rumah menjadi asri seperti bunga melati, matahari, mawar, lidah buaya.

Pada sesi tanya jawab (Focus Group Discussion), salah satu mitra yang bernama ibu Dewi menyampaikan “kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan mereka. Dan melalui sosialiasi TOGA ini dapat menambah wawasan dan membuat mereka lebih termotivasi untuk berinovasi menyikapi era New Normal bahkan sudah ada keluarga yang telah berwirausaha berbasis bahan dasar TOGA dan dapat menambah pendapatan keluarganya”.

Pelaksanaan kegiatan PKM ini juga melibatkan aparatur desa yaitu Bapak Asmawito, S.Sos selaku Kepala Desa Saentis. Beliau memberikan apresiasi dengan menyampakan pesan “kegiatan seperti ini sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat desa Saentis dan semoga ke depan kerja sama ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Untuk itu saya berterima kasih kepada Kampus UMN Al-Washliyah dan para dosen yang peduli terhadap peningkatan kualitas ekonomi dan pembangunan masyarakat di desa Saentis.”   (bp)