Literasi Digital : Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Daring Tatanan Normal Baru

Senin, 14 September 2020 | 17:40 WIB

Saat ini sektor pendidikan mulai beradaptasi dengan kenormalan baru atau new normal, new normal sendiri bukan berarti pembelajaran tatap muka kembali diadakan seperti sedia kala tetapi  beradaptasi dengan situasi belajar di tengah wabah Covid-19.

Pemanfaatan Teknologi disaat pandemi covid-19 merupakan sebuah keharusan yang wajib di gunakan dalam media pembelajaran. Peran literasi dalam pembalajaran sangat di butuhkan, Pengertianliterasi sendirimerupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saaat melakukan proses membaca dan menulis. Selain kemampuan dalam hal membaca dan menulis, Literasi juga mencakup kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual dalam bentuk video dan gambar.

Pemerintah melalui GLN (Gerakan Literasi Nasional) Kemendikbud menetapkan 6 literasi dasar yang harus diketahui yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial serta literasi budaya dan kewarganegaraan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi  yang pesat dan ditengah wabah covid-19 seperti saat ini pengetahuan literasi digital sangat dibutuhkan dalam pembelajaran daring.

Literasi digital sendiri merupakankemampuan individu menggunakan teknologi digital dan alat komunikasi untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan , menganalisis dan mengevaluasi informasi. Contoh pengetahuan literasi digital yaitu Kemampuan menghubungkan perangkat jaringan internet yang memadai, serta menginstal berbagai perangkat lunak untuk pembelajaran daring.

Ada banyak media online dalam menunjang aktivitas pembelajaran daring seperti zoom, google meet, google form, cloud x, whatsapp dan lain sebagainya. Kompetensi literasi digital berperan dalam kemampuan mengakses berbagai sumber pembelajaran yang berkualitas.Di era informasi berlebih, yaitu era yang mana dimungkinkan banyak informasi digital yang tidak profesional dan tidak ilmiah tersedia begitu banyak daripada informasi cetak, tanpa di dukung literasi digital yang memadai, bukan tidak mungkin peserta didik akan menjadi korban hoaks dan fake news.

Dengan literasi digital diharapkan peserta didik agara lebih cerdas dalam berinteraksi di dunia digital dan mampu menganalisa setiap pemberitaaan yang ada dengan rasional bukan dengan sentimental.

Tantangan Literasi Digital

Disisi lain, selain di tuntut memahami teknologi informasi dan komunikasi serta mengimplementasikannya, tentu terdapat permasalahan yang timbul terkait sarana prasarana yang memadai. Peserta didik dari keluarga kurang mampu yang tidak memiliki laptop/smartphone dan belum meratanya pembangunan infrastruktur seperti penyaluran listrik dan konektivitas internet di Indonesia dapat dilihat masih banyak daerah yang belum dialiri listrik.

Menurut data, 42.352 desa di indonesia belum tersentuh listrik dari total 82.190 desa di indonesia (Suliastini, 2016). Jumlah pengguna internet di indonesia sebanyak 143,26 juta atau sekira 55% dari populasi. Artinya terdapat 45% sisanya sekira 117 juta masyarakat yang masih belum tersentuh internet. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJI1, 2018).

Saya yakin pemerintah indonesia dibawah kepemimpinan presiden joko widodo terus berbenah dalam membangun infrastruktur seperti jaringan listrik dan konektivitas internet yang memadai bagi seluruh masyarakat indonesia melalui program nawa cita bapak presiden.

Pentingnya Literasi Digital

Dalam mengedukasi literasi digital dan pembelajaran daring, Peran orang tua sangat di perlukan untuk mengembangkan diri sebagai role mode serta membekali anak tentang literasi digital sejak dini.

Wabah covid-19 telah menciptakan kesadaran baru bahwa selama ini memang ada yang kurang di persiapkan dalam kegiatan belajar mengajar yang cenderung masih berpola konvensional dan kurang mengembangkan kemampuan literasi peserta didik. Implikasinya untuk pembelajaran daring, muatan isi dan pengembangan kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi digital.

Melalui literasi digital, anak-anak dapat diajarkan untuk bisa memanfaatkan jejaring media sosial untuk berbagi pengetahuan dan belajar untuk menggunakannya secara bijak dan produktif. Begitu juga dengan orang dewasa, literasi digital perlu dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas yang lebih bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat, tidak untuk menghasilkan rekayasa informasi dan fakta melalui teknologi digital yang justru merusak keharmonisan sosial, misalnya menjadi produsen berita bohong (hoax), fitnah, penyebar kebencian, dan penipuan.

Di tengah wabah covid-19, literasi digital berkembang pesat saat pandemi, ada sisi baiknya. Anak-anak turut akrab dengan teknologi. Pengetahuan dan kecakapan, untuk menggunakan media digital. Termasuk alat-alat komunikasi dan jaringan dalam menyerap informasi semakin bertambah. (penulis adalah M. Rinaldo Marajari, S.Sos, Pegiat Literasi Sumut)