Kemenagsu Tinjau Persiapan Pembelajaran Tatap Muka MAN 1 Medan

Jumat, 22 Januari 2021 | 20:36 WIB

Medan, MPOL : Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Drs. H. Syahrul Wirda, MM menghimbau seluruh madrasah agar dimasa Covid-19 ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) mengikut pada peraturan pemerintah provinsi dan daerah.

“Meskipun Dirjen Pendis sudah memberi sinyal kepada madrasah boleh melakukan PTM (PembelajaranTatap Muka), tetapi madrasah tidah boleh berjalan sendiri, artinya tetap mengikuti aturan pemerintah daerah setempat, karena yang lebih tahu persoalan Covid-19 adalah pemerintah daerah,” kata Kakanwil Kemenagsu saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di MAN 1 Medan, Jumat (22/1).

Menurut Kakanwil dalam kunjungan yang didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenagsu Dr. H. Muhammad David Saragih, MM, Kabid Penmad H. Erwin Pinayungan Dasopang, M.Si, Kabid Penaiszawa H. Abdul Azhim, S.Pd.I, MA, Kabid Pakis Dr. H. Muksin Batubara, dan Kabid PHU Drs. H. Muslim, MM bahwa ditengah Covid-19 hari ini seluruh aspek sedang tidak baik.

Ekonomi tidak baik, aktivitas tidak berjalan dengan normal, dan pendidikan tersendat terhalang oleh Covid-19. Untuk itu pemerintah terus mencari jalan keluar bagaimana menghadapi situasi tersebut khususnya bidang pendidikan berjalan normal kembali.

“Untuk itu kita terus mengevaluasi hal-hal yang perlu dibenahi disituasi Covid-19 ini. Bagaimana sama-sama kita dapat mencari agar pembelajaran bisa efektif, efisien, dan inklusi. Tidak semua siswa bisa atau mempunyai perangkat ponsel pintar untuk mengikuti pembelajaran daring. Maka dari itu, kita harus terus bekerja sama mencari solusinya,” tambah Kakanwil.

Ia juga berharap apabila nanti pembelajaran tatap muka diperbolehkan, maka madrasah harus siap memenuhi dan melengkapi sarana prasarana protokol kesehatan dan membudayakan 3M.

“Jangan sampai ketika nanti madrasah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka, malah menjadi tempat penyebaran baru Covid-19. Untuk itu, kita semua harus siap. Siap dalam sarana prasarana protokol kesehatan, siap dalam membudayakan hidup bersih dan sehat, serta menerapkan 3M,” lanjut Kakanwil Kemsenagsu.

Lulusan Madrasah Harus Bisa Implementasi Akhlak dan Ilmu Pengetahuan ditengah Masyarakat

Selain membahas penyelenggaran pembelajaran dimasa Covid-19, Kakanwil Kemenagsu juga menekankan kepada Kepala Madrasah, para guru, dan pengajar lainnya agar bisa mencetak generasi bangsa yang dapat mengimplementasikan keberhasilannya dalam aqidah, akhlak, dan ilmu pengetahuna ditengah masyarakat nantinya.

“Di manapun dia berada, ia bisa membawa ciri madrasah dalam kehidupan madrasah dan menjadi inovator dan pemberi solusi di setiap masalah dimasyarakat,” kata Kakanwil Kemenagsu.

Kakanwil Kemenagsu juga mengingatkan pentingnya memadukan intelektual dan spiritual. Jika kedua hal tersebut tidak seimbang, maka keganjilan di muka bumi lebih banyak.

Kita ingin seluruh siswa kita nantinya punya intelektual dan spiritual yang kuat. Dua hal tersebut tidak bisa dipisahkan. Karena itulah yang penting bagi bangsa kita. Mari kita sama-sama bekerja agar dapat mewujudkan madrasah yang hebat dan bermartabat,” tutup Kakanwil Kemenagsu.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Medan Maisaroh SPd MSi mengatakan, monev Kakanwil Kemenagsu ke MAN 1 Medan untuk melihat dari dekat kesiapan madrasah menghadapi PTM. “Yah, MAN 1 menjadi ‘sampling’ dan diharapkan menjadi contoh bagi madrasah lainnya,” katanya.

Rombongan Kemenagsujuga melihat sejumlah kegiatan madrasah mulai dari  UKS (Usaha Kesehatan Sekolah), perpustakaan digital, studio band yang diharapkan melahirkan lagu lagu Islami dan lainnya. “Yah kita berharap juga tenaga honorer di UKS dapat dianggarpan, meskipun dari DIVA,” ujar Maisaroh. (nas)