Kecintaan Hingga Ikut Melestarikan Budaya Batak, Satika Simamora Raih Gelar Magister

Senin, 26 Oktober 2020 | 22:17 WIB
Taput, MPOL : Rasa bangga dirasakan Satika Simamora lulus meja hijau untuk meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Nomensen melalui judul skripsi “Wujud Kecintaannya dan Ingin Melestarikan Ulos Batak Sehingga Tidak Lekang oleh Jaman”.
Satika Simamora angkat Ulos Batak sebagai Thesis dalam sidang meja Hijau secara online Pasca Sarjana Universitas HKBP Nomensen, Senin (26/10) 2020. Adapun judul thesis yang diangkat Ketua TP PKK Taput tersebut akibat pengaruh inovasi, kualitas, promosi dan harga terhadap keputusan membeli kain Ulos Tapanuli Utara merupakan sangat diapresiasi dosen penguji I Prof. Dr. Pasaman Silaban, MSBA dan penguji II Dr. Ferry Panjaitan, SE,MSi.
Selama presentasi dan pemaparan yang dilakukan mahasiswa pasca sarjana Magister Manajemen stambuk 2018 angkatan ke XXX tersebut tidak hanya teori namun langsung menunjukkan kinerjanya selama berkiprah dan terlibat inovasi Ulos. Itulah awal prinsip Satika Simamora mengangkat thesis judul skripsinya menceritakan kepada wartawan untuk mendorongnya mengambil pasca sarjana.
“Ilmu itu sangat penting dan tidak akan hilang sampai kapanpun. Dan akan diperlukan kapan saja dimana saja. Makanya itulah yang mendorong saya ingin mengasah kemampuan dan meningkatkan kompetensi,” ungkap Satika yang dibimbing Dosen Dr Pantas H Silaban SE, MBA dan sekretaris pembimbing Dr T Sihol Nababan, SE,MSI
Selain itu juga, ingin mendukung visi misi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yakni sumber daya manusia yang berkualitas, inovatif dan kreatif. “Itu sudah saya kerjakan diawal mendampingi Bupati Tapanuli Utara dan sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda. Intinya kita bisa berbagi ilmu sama siapa saja,” katanya.
Terkait kenapa mengambil thema Ulos menjadi judul Thesis, Satika mengungkapkan ingin mengeksplorasi kemampuannya serta apa yang telah dikerjakan selama ini. “Kecintaan akan tenun ulos salah satunya yang ingin saya curahkan dalam judul Thesis yang Saya angkat,” katanya.
Katanya, dalam setiap proses pembuatannya ada jiwa gotong royong yang merupakan tradisi nenek moyang orang Batak. “Makanya saya terlibat langsung mengkreasikan serta berinovasi membangkitkan sektor ekonomi sesuai kearifan lokal,” cetusnya.
Saya punya tekad membangkitkan sektor ekonomi dan kesejahteraan pengerajin melalui ilmu yang saya miliki. **