Dosen Universitas Samudera Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat

Kamis, 2 September 2021 | 14:57 WIB

Stabat, MPOL: Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dalam penerapan Iptek Produksi Pakan Ikan dan proses pembesaran bibit ikan lele serta pemasarannya di Desa Bayuen Kabupaten Aceh Timur, Dosen Universitas Samudera terdiri dari Ketua Tim Dr. Rini Mastuti, MP dari Prodi Agribisnis, Dr Muhammad Fuad,  SE, MM dan Fauzan Isma, S.Pi, M.Si selaku anggota dari Prodi Manajemen melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tiara Jaya, kemarin.

Pokdakan Tiara Jaya berfokus untuk membantu dalam proses produksi pakan ikan serta persoalan lain yang kerap dialami pembudidaya. Juga hadir dalam kegiatan itu Koordinator Dr. Hanifah, MPd.

Menurut Ketua Pokdakan Tiara Jaya Mahyudanil,  ST, selama ini yang kerap menjadi masalah Pokdakan ialah pakan ikan lele yang bertambah mahal menyebabkan biaya produksi meningkat.  “Namun sayangnya itu tidak selaras dengan harga jual ikan lele di pasar yang stagnan sehingga dapat menurunkan pendapatan,” ujar Mahyudanil.

Oleh sebab itu dengan adanya program dari Dosen Universitas Samudera (UNSAM) yang mendorong produksi pakan ikan secara mandiri merupakan jawaban dari segala persoalan selama ini. “Tentunya kami sangat bersyukur adanya kegiatan ini karena dengan memproduksi pakan ikan secara mandiri dapat mengurangi biaya produksi selama ini dan membantu kami dalam menghadapi ekonomi sulit selama pandemi,” tandas Mahyudanil.

Sementara itu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dr. Rini Mastuti, MP bersama tim selama ini sudah mempelajari apa saja yang kerap menjadi masalah bagi Pokdakan Tiara Jaya salah satunya pakan ikan.

“Tim kita berupaya memberikan solusi melalui transfer teknologi dan ilmu dengan memproduksi pelet ikan menggunakan bahan ekonomis seperti bungkil kedelai, tepung jagung, tepung ikan, dedak, tapioka, minyak ikan,  mineral, vitamun serta bungkil kelapa sawit dengan menggunakan mesin diesel sederhana yang dapat menghemat 30 persen biaya produksi sehingga bisa bermaanfaat bagi pembudidaya,” ujar Dr Rini.

Selain permasalahan pakan ikan Dosen UNSAM juga memberikan inovasi tentang pencatatan pendapatan dan pengeluaran dengan teratur. “Dengan harapan nantinya mereka dapat mengelola keuangan secara sistematis dan efisien dengan demikian kita berharap mereka dapat bertahan di situasi ekonomi sulit selama pandemi Covid 19,” kata Dr Rini didampingi Dr Fuad dan Muhammad Fauzan. **