Kadisdik Taput Kunjungi Sekolah Terpencil di Hajoran Parmonangan

Sabtu, 3 Oktober 2020 | 03:15 WIB

 

Taput, MPOL : Kadis Pendidikan (Kadisdik) Taput Bontor Hutasoit, SIP MSP kunjungi sekolah SD dan SMP di daerah terpencil Hajoran Kecamatan Parmonangan.

Turut mendampingi Kadis saat mengunjungi sekolah di tiga desa itu (Desa Manalu Purba, Batuarimo dan Purba Dolok),  Kabid Tendik Tagor Marbun, Kabid  PAUD  Martua Lumban Gaol dan Kordinator Pengawas (Korwas) Hizkia Sipahutar.
Adapun sekolah yang dikunjunginya, SDN 175768 Purba Toruan, SMPN 5 Purba Manalu, SMPN 4 Sihaporas Manalu Purba, SDN 173378 Sihaporas, SDN 177941 Tumus, SDN 173379 Danojulu, SD 173376 Hutabatu, SDN 173377 Batuarimo, SDN 178416 Simotung dan SDN 177049 Parik.
“Kita mengunjungi setiap sekolah untuk melakukan monitoring dan pembinaan terhadap Kasek dan guru-guru,” ujar Kadis Bontor Hutasoit kepada media ini, Jumat (02/10/2020).
Kemudian secara langsung melakukan evaluasi untuk perbaikan-perbaikan  sekolah ke masa yang akan datang. Setelah kita melihat, ternyata sekolah di Hajoran Parmonangan banyak yang perlu dibenahi.
Baik itu bangunan sekolahnya, kantor guru, moubiler sekolah, penambahan ruang kelas baru, rehab gedung sekolah dan pembangunan toilet. “Pembangunan toilet, kantor guru dan rehab gedung yang rusak parah akan menjadi prioritas utama kita. Kalau meja kursi, dan papan tulis  yang rusak, saya sarankan untuk diperbaiki melalui dana BOS secara bertahap,” ungkapnya.
Dalam kunjungan itu Bontor  menyarankan kepada Kepala Sekolah (Kasek) dan guru-guru agar selalu menjaga kebersihan melalui pembuatan taman bunga dan gorden disetiap kelas untuk kenyamanan belajar dan mengajar. Selain memonitoring pembangunan fisik sekolah, ia juga memberikan pembinaan kepada setiap Kasek agar proses belajar dan mengajar tetap dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19.
“Dimana pembelajaran tetap dilaksanakan melalui Daring ataupun Luring,” kata lulusan IPDN tahun 1995 itu.
Artinya, belum diperbolehkan pembelajaran dengan tatap muka. Pada umumnya sekolah di tiga desa tersebut terbatas jaringan internet, maka dilaksanakan dengan Luring.
“Guru berkunjung kerumah atau melalui penugasan. Dimana, anak didik mengantar dan menjemput tugas ke sekolah dengan tetap mempedomani protokoler kesehatan,” kata mantan Kabag Tapem Sekdakab Taput itu. **